Mohon tunggu...
Try Raharjo
Try Raharjo Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Orang Republik

Subscribe ya dan like channel YouTube punyaku youtube.com/c/indonesiabagus

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Musyawarah dan Aspek-aspek Moralitasnya

2 Maret 2021   11:27 Diperbarui: 2 Maret 2021   11:38 1980
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh-tokoh bangsa bermusyawarah. | Dok. Cerdika.com

Musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat kita dilakukan secara langsung, di samping itu juga mengenal konsep perwakilan. Sebagai contoh sederhana, untuk pengambilan keputusan di tingkat RT/ RW adalah pada umumnya dengan cukup mengundang kepala keluarga sebagai sosok yang dianggap mewakili aspirasi seluruh anggota keluarganya.

Pihak yang berkepentingan dalam hal ini berarti bisa diwakilkan kepada orang lain yang dianggap memiliki kecakapan, pengetahuan dan kapabilitas sesuai dengan harapan pemberi amanah perwakilan.

3. Menjaga Persatuan

Musyawarah adalah wadah bertemunya warga masyarakat, sebagai sarana untuk menyampaikan dan bertukar ide atau pandangan.

Musyawarah harus memegang prinsip saling mendengar, saling bicara, dan saling melengkapi. Dengan duduk bersama dalam satu permusyaratan maka semua peserta memiliki hak dan kewajiban yang sama, sesuai dengan kapasitas dan tanggung jawabnya.

Musyawarah yang baik dengan demikian menjadi sarana membentuk persatuan dan kesatuan, yang membuktikan bahwa keberagaman dapat dipersatukan untuk tujuan kepentingan dan kemaslahatan bangsa.

4. Menghindari Pemaksaan Pendapat

Musyawarah dilakukan dengan tujuan menghasilkan kesepakatan atau permufakatan, yang dapat diterima oleh semua peserta, melalui cara yang beradab, sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya. Dengan demikian musyawarah dilakukan untuk mencegah terjadinya pemaksaan kehendak suatu pihak kepada pihak lain dalam bentuk apapun.

5. Prinsip Keadilan

Semua proses yang terjadi dalam menghasilkan kesepakatan pada musyawarah sejatinya memberikan kesempatan kepada semua pihak tanpa kecuali untuk terlibat dalam proses mengambil keputusan sebagai hasil kesepakatan.

Untuk menjamin efektivitas pelaksanaannya, musyawarah pada umumnya dipimpin oleh seorang ketua sebagai sosok yang dianggap memiliki pengaruh besar dalam menjaga kelancaran dan ketertiban pelaksanaan musyawarah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun