Mohon tunggu...
Tri Manisha Pakpahan
Tri Manisha Pakpahan Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Semester Akhir || E-Mail @trimanisha9276@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sound Of Borobudur, Membunyikan Kembali Alat-alat Musik yang Tergambar dalam Relief Candi Borobudur

16 Mei 2021   22:33 Diperbarui: 16 Mei 2021   22:32 487 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sound Of Borobudur, Membunyikan Kembali Alat-alat Musik yang Tergambar dalam Relief Candi Borobudur
 Alat Musik Dalam Ukiran Relief Candi Borobudur (Sumber : takaitu.id)

Candi Borobudur sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana Tidak, Sejak di Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas(SMA)  Kita Sering menjumpai Foto-Foto Candi Borobudur dalam buku pelajaran. Selain Itu, tak jarang juga kita menjumpai Foto Candi Borobudur dalam berbagai Postingan di internet, di Televisi dan di media-media lainnya.

Candi Borobodur adalah monumen Budha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824, memiliki luas 123×123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur merupakan salah satu harta karun paling berharga di Indonesia dan dunia. Candi Ini  menjadi salah satu  Destinasi Wisata  yang ditetapkan pemerintah indosensia sebagai salah satu Ikon Wonderful Indonesia untuk meningkatkan Potensi wisata Indonesia yang dinamakan sebagai Sepuluh Bali Baru.

Namun perlu diketahui juga, Candi Borobudur bukan hanya tentang bebatuan yang tersusun yang membetuk candi yang ajaib dan luar biasa. disisi lain, Candi Borobudur memiliki makna mendalam yang bisa kita ambil dan  kita pelajari.  Saat Saya mengunjungi Candi Borobudur, ada beberapa hal menarik yang saya temukan dan saya pelajari yaitu :

  • Dengan Berdirinya candi Borobudur, dapat kita simpulkan bahwa Candi ini telah memberikan bukti kepada kita bahwa Pada jaman dahulu manusia sudah sangat pintar, canggih dan mempunyai nilai seni yang sangat tinggi.
  • proses pembuatannya sediri yang menbutuhkan waktu bertahun-tahun dan melibatkan banyak orang mengartikan bahwa masyakat pada saat itu sudah menerapkan asas gotong royong dengan baik.
  • Candi Borobudur dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah yang menuntun manusia dari nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha hal mengartikan bahwa masyrakat indonesia adalah orang yang religius.
  • dari terbentuknya candi ini  telah melambangkan kearifan lokal yang tercipta pada masyarakat masa itu dimana  kearifan lokal merupakan cara dan praktik yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari tinggal di tempat tersebut secara turun-menurun. kearifan lokal juga dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam di dalam cara hidup masyarakat yang bersangkutan sebagai sarana untuk mempertahankan hidup.

untuk mengetahui lebih mendalam dan lebih luas tentang candi ini ada fakta yang perlu diketahui oleh masyarakat, fakta ini dapat kita ungkapkan dengan mengintip jejak peradaban manusia yang terukir dalam relief candi borobudur, melaui relief ini kita akan menemukan fakta baru yaitu terdapat Pahatan Alat Musik dalam Relief Candi Borobudur yang merupakan  sebagai lambang Candi Borobudur Sebagai Pusat Musik Dunia.

1. Mengintip Jejak Peradaban yang terukir dalam Relief Candi Borobudur

Relief dan pola hias Borobudur bergaya naturalis dengan proporsi yang ideal dan selera estetik yang halus. Relief-relief ini sangat indah, bahkan dianggap sebagai yang paling elegan dan anggun dalam kesenian dunia Buddha. Relief Borobudur juga menerapkan disiplin senirupa India, seperti berbagai sikap tubuh yang memiliki makna atau nilai estetis tertentu. Relief-relief berwujud manusia mulia seperti pertapa, raja dan wanita bangsawan, bidadari atapun makhluk yang mencapai derajat kesucian laksana dewa, seperti tara dan boddhisatwa, sering kali digambarkan dengan posisi tubuh tribhanga. 

peradaban Manusia dahulu diabadikan dalam bentuk ukiran dalam Relief Candi Borobudur. Relief Borobudur menampilkan banyak gambar; seperti sosok manusia baik bangsawan, rakyat jelata, atau pertapa, aneka tumbuhan dan hewan, serta menampilkan bentuk bangunan vernakular tradisional Nusantara. Borobudur tak ubahnya bagaikan kitab yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa kuno. Banyak arkeolog meneliti kehidupan masa lampau di Jawa kuno dan Nusantara abad ke-8 dan ke-9 dengan mencermati dan merujuk ukiran relief Borobudur. Bentuk rumah panggung, lumbung, istana dan candi, bentuk perhiasan, busana serta persenjataan, aneka tumbuhan dan margasatwa, serta alat transportasi, dicermati oleh para peneliti.

Terdapat Totalsekitar 2.672 pahatan relief yang tersebar di Candi berukuran 123 x 123 meter. Sebanyak 1.460 di antaranya bercerita tentang kisah Buddha, sisanya sekadar relief dekoratif. Salah satu kisahnya mengenai kelahiran Buddha yang diceritakan pada relief Jataka dan Awadana.Selain itu, terdapat 504 arca Buddha yang terletak dalam 432 relung dan 72 stupa berlubang. Ada pula 100 talang berbentuk patung ikan berkepala gajah sebagai saluran air. Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. 

Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut:

  • Karmawibhangga, Karmawibhangga adalah naskah yang menggambarkan ajaran mengenai karma, yakni sebab-akibat perbuatan baik dan jahat. 
  • LalitawistaraMerupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari surga Tushita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras.
  • Jataka dan AwadanaJataka adalah berbagai cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan-perbuatan baik, seperti sikap rela berkorban dan suka menolong yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga.
  • GandawyuhaMerupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana.

2. Pahatan Alat Musik Relief Candi Borobudur sebagai lambang Candi Borobudur Sebagai Pusat Musik Dunia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN