Mohon tunggu...
Abdul Rahman
Abdul Rahman Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis dan penulis

Kenikmatan yang diberikan Allah juga ujian.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Mimpi dalam Tiga Babak

19 Oktober 2020   21:13 Diperbarui: 19 Oktober 2020   21:24 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Aneh, dalam satu malam bermimpi tiga kali. Dan setiap mimpi bertemu dengan  wanita berbeda yang semuanya asing. Belum pernah bertemu sebelumnya. Bagiku yang tak pernah menganggap remeh  mimpi, mimpi itu memiliki catatan sendiri. 

Pasti ada makna di balik mimpi itu. Ada isyarat atau alamat yang hendak dikirim ke aku. Kalau salah dalam menafsirkan mimpi, misalnya, maka salah pula dalam mengartikan pesan yang ingin disampaikan ke aku. 

Sebelum mencari-cari referensi buku tafsir mimpi berdasarkan kajian Islam, aku mengingat - ingat kembali kronologi yang terjadi dalam mimpi itu. 

Yang menjadi sangat tidak masuk akal adalah, durasi tidur yang pendek tapi bisa menampilkan  tiga babak mimpi yang cukup panjang dan detil. 

Rasanya akan sulit jika kejadian dalam mimpi itu ditampilkan dalam kehidupan nyata yang sudah pasti  butuh waktu yang panjang. 

Memang ada yang bilang bahwa satu hari di bumi bisa setara dengan beberapa tahun di alam yang berbeda. Malah ada yang mengatakan sejatinya manusia hidup di dunia hanya 1,5 jam saja. Tidak lebih. 

Maka jika mengacu pada paradigma ini, mimpi dalam beberapa menit pun bisa memuat cerita yang panjang yang kalau diceritakan  bisa berhari - hari. Ada orang yang tidur berjam - jam saking pulas dan lelapnya rasanya seperti tidur beberapa menit. Atau sebaliknya. 

Kalau mendengar cerita para ustad yang mengajarkan agama betapa orang - orang yang mempunyai amalan baik, ada yang dibangunkan dari kematian seperti bangunnya seorang pengantin baru. Rasanya baru sebentar. Padahal di alam  kubur sudah ribuan tahun atau bahkan jutaan tahun. 

Waktu memang salah satu ukuran yang masih menyimpan misteri juga. Bisa juga waktu itu seperti detak jantung  yang sifatnya sangat personal. Orang merasakan waktu yang sangat lama jika dalam penderitaan. Satu menit rasanya satu tahun. Atau sebaliknya, setahun rasanya sebentar saja saat merasakan bahagia. 

Sebentar atau lama menjadi sangat tergantung oleh persepsi yang dipengaruhi suasana batin. Bahagia atau sedih. 

Kembali ke soal tiga babak mimpi yang aku rasakan ini juga unik. Mimpi yang pertama terjadi sekira pukul 21.00 malam hingga 21.05. Kendati hanya lima menit, tapi dialog dan cerita dalam mimpi itu sangat tidak mungkin jika dipentaskan dalam 5 menit. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun