Mohon tunggu...
Tb Adhi
Tb Adhi Mohon Tunggu... Jurnalis - Pencinta Damai

Sich selbst zu lieben ist keine ritelkeit, sondern vernunft

Selanjutnya

Tutup

Politik

Kang Emil Menyalip di Tikungan

30 September 2022   15:03 Diperbarui: 30 September 2022   15:05 106 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

                                                                                   Airlangga Hartarto dan Ridwan Kamil. (Foto: Dok/Airlangga)

DALAM sepak bola ada frasa yang sudah lazim diketahui, coming from behind. Secara harfiah artinya adalah datang dari belakang. Tetapi, tepatkah frasa coming from behind atau datang dari belakang itu diberikan pada Ridwan Kamil, yang dua hari belakangan ini tiba-tiba menjadi bahan perbincangan di jagat politik nasional terkait keinginannya untuk bergabung dengan partai politik?

Datang dari belakang atau menyalip di tikungan juga menjadi frasa yang diberikan sejumlah pengamat dari upaya atau langkah-langkah yang dilakukan Gubernur Jawa Barat itu. Kang Emil diam-diam ternyata sudah melakukan safari politik, bertemu dengan sejumlah pimpinan parpol peserta Pemilu 2024.

Kita mencatat pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada pertengahan Juli 2022 lampau. Beberapa hari sebelumnya, seperti dikutip media, RK atau Emil bertemu dengan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono. Terkini, Emil kembali bertemu dengan Agung Laksono dan Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzili. Momen dan nuansa keakraban dari pertemuan tersebut tercermin melalui foto-foto yang beredar di media.

Jalinan komunikasi Emil dengan para petinggi Golkar tampaknya terus tersambung. Hal itu juga tidak disanggah oleh Airlangga. Ketum Golkar menyebut, komunikasi antara partainya dengan orang nomor satu di Jabar itu masih terus berjalan. Akan tetapi, kata Airlangga, belum akan ada pembicaraan yang sangat khusus dalam waktu dekat.

Dalam pandangan sejumlah pengamat, komunikasi antara Golkar dengan Emil jelas berkaitan dengan Pilpres 2024. Golkar ingin menjadikan Emil salah satu pilihan untuk cawapres. Emil juga menjadi salah satu opsi cawapres dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), bentukan Golkar bersama PAN dan PPP. Emil diduga sudah bertemu pula dengan petinggi PAN maupun PPP.

Mengutip media, kemungkinan Emil menjadi cawapres untuk Airlangga akan lebih besar jika dia bergabung dengan parpol anggota KIB. Dan itu pasti menggembirakan Golkar, PAN atau PPP. Dari ketiga parpol anggota KIB, Emil tampaknya cenderung memilih Golkar.

Emil sendiri sudah lama hendak bergabung dengan partai. Ia membutuhkan partai sebagai pendukung dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin eksekutif, gubernur Jabar. Tahun silam, ia bertemu Prabowo Subianto, bahkan mendoakan ketum Gerindra tersebut sebagai presiden berikutnya, pengganti Joko Widodo.

Namun, dari pertemuannya dengan para petinggi Golkar sekarang ini yang membuat namanya kembali menjadi bahan perbincangan di jagat politik nasional. Emil terus terang menyebut, partai bukan hanya akan memperkuat posisinya dalam pemilihan gubernur Jabar periode kedua pada 2024 nanti, akan tetapi guna ikut berlaga di kontestasi politik nasional, yakni Pilpres 2024.

Kata Emil, jika dalam perjalanan menuju rute kedua, yaitu di nasional, terbuka, ya kenapa tidak (ikut Pilpres). Jadi, mau melanjutkan (Gubernur Jawa Barat) tahap 2 atau berkontestasi di nasional, Emil sudah memutuskan akhir tahun 2022 ini berlabuh ke salah satu partai.

Dalam wawancara ekslusifnya dengan Kompas.com pada medio Mei 2022 lalu, Emil menyebutkan bahwa dalam perjalanannya memimpin Jabar, banyak dinamika yang kurang kondusif karena ia belum berpartai. Ada program terdiskon, tidak terargumentasikan dengan baik di parlemen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan