Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ada Apa Pagi Ini?

20 September 2022   07:03 Diperbarui: 20 September 2022   07:18 60 8 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Oo, tak ada durian runtuh, tak ada anak bintang yang jatuh di halaman depan rumah. Pagi pagi mesin boat nelayan telah menjerit,  seperti berdoa dengan keras, menerima hempasan ombak. Di laut, semua gejolak disergap.

Ooh,  pergi ke laut lepas anakkku sayang, selama pagi masih mekar, begitu kata penyair. 

Di pundak,  tumpuan harap dipikul. Di ujung kaki, mata air waktu akan berkisah. Membawa deras. Atau hanya membawa belukar. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan