Mohon tunggu...
Tajullail Dasuqi M.
Tajullail Dasuqi M. Mohon Tunggu... Selain mengaji juga menulis puisi

Tajullail Dasuqi M. lahir di Sampang 07 Maret 1992.Ia alumni Pondok Pesantren Raudhotul Ulum Arrahmaniyah (RUA)Pramian Taman Sreseh Sampang, dan melanjutkan perjalanan suluknya di Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Puisi-puisinya termaktub dalam beberapa buku, di antaranya: Aquarium &Delusi (2016), Mantra (2017), Merah Marhaban (2018), Mahar Siul (2018), Bangkalan Literary Festival 2018 (2018) dan terpilih dalam buku antologi puisi Sastra Reboan #3 (2018). sampai saat ini selain mengaji ia masih menulis puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Sepasang Nisan

7 Oktober 2020   07:50 Diperbarui: 11 Oktober 2020   17:03 219 45 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Sepasang Nisan
Ilustrasi pasangan lanjut usia | Photo by James Hose Jr on Unsplash

Seperti kataku padamu
akan ada hari di mana kau dan aku
lebih banyak duduk di beranda
menghabiskan pagi
dengan segelas teh hangat
yang kita aduk dengan sisa batuk
yang patah semalam

Lalu dengan bergantian
kita petik waktu yang pucat
yang tumbuh dari sinar bulan

Tugas kita telah usai bukan?
setelah menjadi sepasang pendongeng
pada akhirnya kita pasrahkan anak-anak kita
pada kenyataan
dan hewan-hewan piaraan kita pada belantara

Tugas kita telah usai bukan?
selain tetap bercinta, seadanya
kita adalah sepasang doa yang terus terkelupas
sampai tak tersisa

Mendekatlah
sebentar lagi matahari setinggi tombak
kita pakai cahayanya
menapaki siraj yang memanjang di atas
kobaran api yang kita sulut sendiri

Sekali lagi, mendekatlah
sedekat kematian.

2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x