Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 31 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bcaaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Apa Kata Generasi Milenial tentang Dana Pensiun?

10 September 2020   21:07 Diperbarui: 10 September 2020   21:02 167 12 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apa Kata Generasi Milenial tentang Dana Pensiun?
Generasi milenial belum paham dana pensiun (Sumber: Pribadi)

Generasi milenial, mereka yang lahir pada kisaran 1980 hingga 2000-an menjadi topik yang selalu dibicarakan. Mulai dari gaya hidup, candu internet, gemar yang instan bahkan punya obsesi bisnis yang tinggi. 

Alvara Research Center (2020) menyebutkan generasi milenial menyimpan potensi besar untuk bisnis. Di tahun 2020, generasi milenial mendominasi populasi penduduk di Indonesia. Sekitar 34 persen atau mencapai 91 juta orang dan akan terus mendominasi hingga tahun 2035.

Selain candu internet, generasi milenial lebih memilih melakukan transaksi non-tunai. Cara berpikir dan bekerjanya pun lebih cepat dan cerdas lantaran didukung oleh teknologi. Hebatnya lagi, generasi milenial juga memiliki perilaku senang berwisata. Setahun sekali, 1 dari 3 milenial pergi liburan.

Ada dugaan, generasi milenial tergolong "dompet tipis". Bisa jadi iya. Tapi kondisi itu bukan disebabkan karena mereka tidak punya uang. Justru karena generasi milenial gampang terbuai oleh gaya hidup dan jiwa konsumerisme. Belum lagi hobby nongkrong di warung kopi.  

Maka dalam hal keuangan. Generasi milenial di Indonesia, faktanya lebih suka menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman tertentu. Dibandingkan menabung atau menambah aset. Apalagi harus berpikir soal masa pensiun. Lalu pertanyaannya, apakah generasi milenial "tidak peduli' terhadap masa tuanya, hari pensiunnya?

Untuk membuktikannya, saya melakukan survei sederhana tentang dana pensiun, khususnya DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) pada generasi milenial. Dengan jumlah responden 100 milenial di Jabodetabek pada tahun 2019 lalu. Apa kata milenial tentang dana pensiun?

1. Bahwa 60% generasi milenial tidak tahu dana pensiun atau DPLK

2. Faktanya 90%  generasi milenial pun tidak punya dana pensiun atau DPLK untuk hari tuanya

3. Namun 100% generasi milenial menganggap dana pensiun atau DPLK itu penting untuk dirinya

4. Oleh karena itu, 77%  generasi milenial ingin punya dana pensiun atau DPLK secara individual

5. Bahkan 63% dari generasi milenial mau membeli produk dana pensiun atau DPLK secara online

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x