Mohon tunggu...
Suko Waspodo
Suko Waspodo Mohon Tunggu... profesional -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

amrih mulya dalem gusti

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

[Cermin] Tak Perlu Ganti "Shockbreaker"

29 Agustus 2018   18:22 Diperbarui: 29 Agustus 2018   18:52 260
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
foto: id.multivendor.info

Minggu pagi menjelang siang kemarin saya jalan-jalan di satu pasar klithikan (barang bekas) di Solo. Saya tidak ada maksud membeli apa pun, hanya sekadar melihat-lihat suku cadang motor baru dan bekas. Setelah beberapa saat berkeliling, saya mampir di kios teman saya yang menjual suku cadang motor dan sekaligus membuka bengkel kecil untuk penggantian.

Sekadar mampir bersilahturami dan melihat kesibukan kerja teman saya, saya duduk beberapa saat di tempat itu. Pada kesempatan itu saya mendengar percakapan dua orang bapak yang sedang menunggu giliran penggantian suku cadang motor mereka.

Si bapak yang berusia tengah baya bertanya kepada bapak yang lebih muda di sebelahnya, "Mau mengganti apa, pak?"

"Ganti shockbreaker belakang. Sudah kurang lentur rasanya," jawabnya

"Mengapa harus ganti shockbreaker, pak? Toh sekarang, di jaman pak Jokowi, hampir tidak ada jalan yang jelek, apalagi banyak lubang", kata si bapak penanya awal. "Kita benar-benar dimanjakan dengan sarana jalan yang mulus dan nyaman", lanjutnya.

Percakapan kecil tersebut sungguh merupakan gambaran nyata salah satu kepuasan warga masyarakat terhadap kerja pemerintahan presiden Joko Widodo saat ini. Perubahan yang sungguh terasa nyata dan dinikmati rakyat.

Kita tidak perlu terlalu jauh dulu untuk membuktikan kesungguhan Jokowi dalam memperbaiki infrastruktur yang ada. Tidak perlu sampai ke Papua atau Aceh. Di sekitar kampung saya di pinggiran Solo saja sangat banyak perubahan yang saya alami. Dahulu kami untuk memanggil taksi datang menjemput ke rumah saja sulit. Armada taksi selalu menolak karena jalan masuk ke kampung yang sangat buruk. Sekarang jalan-jalan begitu mulus dan transportasi  menjadi sangat lancar. Taksi dan sarana transportasi lain tak lagi menolak masuk kampung kami. Begitu saja cerita saya.

Merdeka!!!

***

Solo, Rabu, 29 Agustus 2018

'salam hangat penuh cinta'

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun