Mohon tunggu...
Sudomo
Sudomo Mohon Tunggu... Guru - Guru Penggerak Lombok Barat

Trainer Literasi Digital NTB; Penulis Buku 'Di Penghujung Pelukan (Mediakita), 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok!' (Funtastic MnC Gramedia), 'Tim Pencari Pesawat Sederhana' (Penerbit ANDI)

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Peran Guru Penggerak dalam Literasi Digital, Apa Saja?

23 Februari 2023   17:25 Diperbarui: 25 Februari 2023   08:40 334
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi guru penggerak. Sumber: Kompas.com/Adiwinata Solihin

Peran guru penggerak tidak lepas dari empat pilar pendidikan. Empat pilar tersebut adalah murid, sekolah, orang tua, dan masyarakat. 

Dalam menjalankan peran ini, guru penggerak memiliki nilai-nilai yang dipegang. Nilai-nilai tersebut akan memengaruhi penentuan bentuk pendekatan yang dilakukan. 

Dalam menjalankan perannya, guru penggerak menyesuaikan dengan kebutuhan belajar masing-masing pilar. Hal ini mengacu pada kemampuan guru penggerak dalam melakukan diferensiasi program. 

Salah satu program yang bisa dikembangkan guru penggerak adalah literasi digital. Saat ini literasi digital menjadi poin penting seiring perkembangan teknologi. 

Apa hubungan guru penggerak dengan literasi digital? 

Guru penggerak hendaknya juga mampu menempatkan diri sebagai garda depan dalam literasi digital. Terlebih maraknya berbagai berita hoaks yang seringkali menghiasi dinamika kehidupan. 

Hal ini seperti terungkap dalam Training of Trainee (ToT) Edukasi Literasi Digital dengan Pendekatan Komunikasi Antar Personal (KAP). Pada hari pertama ToT, fasilitator menyampaikan materi terkait komunikasi antar pribadi. 

Kegiatan yang dipandu Kiky dari Unicef Indonesia ini membahas strategi KAP yang efektif. Sebagai guru penggerak merasa materi yang didapat tidak jauh berbeda dengan modul coaching

Materi yang disampaikan di Hotel Fave Mataram tersebut layaknya penyegaran materi coaching yang pernah didapat. Kedua materi sangat selaras karena sama-sama menggunakan prinsip coaching. Keduanya juga merupakan bentuk Pembelajaran Orang Dewasa (POD). 

Materi komunikasi antar pribadi hari ini (23/2) meliputi salah satunya adalah teknik menambah keakraban. Hal ini sama seperti salah satu prinsip coaching yaitu membangun kemitraan. Selain itu, juga selaras dengan prinsip hadir seutuhnya. 

Materi lain yang disampaikan dalam ToT yang diselenggarakan oleh ICT Watch, Kominfo, dan Unicef tersebut, yaitu terkait teknik saling mendengarkan dan berbicara. Hal ini sesuai prinsip coaching lainnya, yaitu mendengarkan aktif dan percakapan yang memberdayakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun