Mohon tunggu...
Muhammad Eko Subagtio
Muhammad Eko Subagtio Mohon Tunggu... Freelancer - History Educator

Historia Est Magistra Vitae, Nuntia Vetustatis..!

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pengaruh Pemikiran John Dewey Terhadap Perkembangan Kurikulum Social Studies di Turki

6 September 2020   22:42 Diperbarui: 7 September 2020   02:44 662
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat pencalonan Turki menjadi anggota Uni Eropa pada tahun 1999, membuat negara tersebut melakukan reformasi di bidang pendidikan termasuk Kurikulum Ilmu Sosial. Oleh karena itu, perhatian khusus diberikan pada reformasi kurikulum tersebut. Salah satu produknya adalah buku pelajaran Ilmu Sosial yang baru telah didesain ulang sebagai upaya legitimasi bagi Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa. Departemen Pendidikan menyatakan bahwa kebijakan tentang reformasi kurikulum dan buku teks bertujuan untuk mempromosikan konsep berpikir kritis dan pemikiran yang terbuka, bersama dengan pendekatan yang berpusat pada siswa (Esen : 2007). Pendekatan baru ini berkaitan erat dengan filosofi pendidikan Dewey tentang progresivisme.

Pengaruh Pemikiran John Dewey Terhadap Sistem Pendidikan Turki

John Dewey merupakan seorang psikolog, filsuf, pendidik, kritikus sosial dan aktivis politik yang berasal dari Amerika. Karya Dewey dikaitkan dengan pragmatisme filsafat dan dia merupakan salah satu pendiri gerakan progresivisme dalam pendidikan. Dewey percaya bahwa pendidikan harus melibatkan dan memperluas pengalaman. Dalam dunia pendidikan harus terjadi proses eksplorasi pemikiran dan refleksi. Pendidikan harus menjadi interaksi dengan lingkungan sebagai sumber belajar (Dewey : 1916).

Dewey melakukan kunjungan ke Turki pada saat terjadi reformasi sosial, budaya, dan politik Turki. Dia diundang oleh Attaturk untuk memberikan saran, ide-ide reformasi dan rekomendasi tentang sistem pendidikan yang ada di Turki dan mendorong perubahan atau pembentukan pendidikan yang modern. Oleh karena itu, Atatürk meminta Dewey untuk melakukan survei terhadap sistem pendidikan di Turki kemudian merekomendasikan cara-cara untuk memperbaikinya (Dykhuizen : 1973, Büyükdevenci : 1995). Atatürk pasti menyadari kapasitas yang dimiliki oleh Dewey sudah terkenal di Amerika Serikat bahkan di seluruh dunia (Gert dan Miedema, 1996). Pertemuan pertama antara Attaturk dan Dewey dilakukan pada musim panas 1924 di Ankara, Turki (Gazo, 1996).

Setelah menghabiskan dua bulan untuk menganalisis sistem pendidikan Turki, Dewey menyiapkan dua laporan.

Dalam laporan pertama, yang ditulis di Turki, dia membuat rekomendasi untuk menyelenggarakan pelatihan pengajaran yang lebih baik dan realokasi pendanaan pendidikan. Dalam laporan kedua, yang ia tulis di Amerika Serikat, ia buat secara spesifik rekomendasi untuk pembentukan dan pelaksanaan rencana pendidikan, pengembangan sekolah sebagai pusat komunitas, reorganisasi Departemen Pendidikan, pelatihan bagi pendidik, peningkatan masalah kesehatan dan kebersihan di sekolah, serta peningkatan kedisiplinan (Turan : 1997).

Dalam laporan singkat yang terdiri dari tujuh halaman, John Dewey mengajukan laporan tersebut kepada Pemerintah Turki pada bulan September 1924. Laporan tersebut berisi saran mendesak untuk masalah yang akan dipelajari oleh komisi penyelidikan pendidikan Turki (Dewey, 1939). Dewey memulai laporannya dengan menekankan pentingnya peningkatan guru dengan metode pedagogis yang paling progresif dan efisien (Dewey : 1983 dalam Turan 1997).

Dia berpikir bahwa sistem pendidikan yang ada dapat dilanjutkan untuk satu atau dua tahun, sementara itu Kementerian dapat membentuk sejumlah komisi pendidikan guna mengumpulkan data baik dari dalam maupun luar negeri, melakukan pelatihan bagi para dewan pendidikan yang dibutuhkan dan kemudian meluncurkan rencana pendidikan jangka panjang untuk delapan atau sepuluh tahun kedepan. Dia berharap bahwa program tersebut dapat berjalan tanpa pengaruh kepentingan politik apapun.

Secara umum, rekomendasi yang dibuat oleh Dewey signifikan dalam pengembangan sistem pendidikan Turki. John Dewey sebagai seorang filsuf pendidikan masih terus mempengaruhi Pendidikan Turki secara teoritis melalui ide-idenya tentang pendidikan, terutama Pragmatisme (Büyükdüvenci : 1995). Namun demikian, sulit untuk mengaplikasikan rekomendasinya pada negara yang menerapkan filosofi pendidikan secara ketat didasarkan pada ideologi resmi negara, dalam sistem pendidikan terpusat (Biesta & Miedema : 1996 dalam Turan : 1997).

Pada pencalonan Turki sebagai anggota penuh Uni Eropa membuatnya wajib untuk melakukan reformasi di bidang pendidikan. Upaya restrukturisasi sistem pendidikan yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk menyamakan dengan Standar Uni Eropa telah terlihat hasilnya selama hampir 90 tahun kemudian, rekomendasi Dewey tampaknya benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam sistem pendidikan Turki.

Sehingga Departemen Pendidikan Turki jelas menyadari bahwa filsafat pendidikan Dewey memiliki dampak yang besar terhadap modernisasi sistem pendidikan Turki. Misalnya, baru-baru ini Proyek Pendidikan Demokrasi di Sekolah diformulasikan untuk menerapkan pandangannya tentang pendidikan yang demokratis dan progresif (Uygun, 2008).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun