Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa Komunikasi

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Pentingnya Menyelaraskan Kepribadian di Dunia Nyata dan Media Sosial

7 Mei 2021   12:32 Diperbarui: 9 Mei 2021   18:10 806 48 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pentingnya Menyelaraskan Kepribadian di Dunia Nyata dan Media Sosial
Penyelarasan kepribadian di dunia nyata dan maya perlu dilakukan| Sumber: Science Alert via Kompas.com

Topik pilihan dari admin K kali ini perihal kepribadian di media sosial dan kepribadian asli kita, memantik jempol saya untuk kembali membagikan cerita kepada teman-teman Kompasianer.

Bila ditanya apakah kepribadian saya di dunia nyata dan di media sosial itu sama, jawaban saya tidak. Kepribadian saya sungguh berbeda. Bila di Instagram, Twitter, Facebook, maupun Kompasiana saya dikenal sebagai pribadi yang terbilang extrovert, nyatanya saya adalah seorang introvert parah.

Di dunia nyata, saya lebih senang mengurung diri di kamar sambil menulis atau mengerjakan tugas. Bahkan tak jarang saya menolak ajakan teman-teman untuk mengerjakan tugas bersama atau sekadar nongkrong-nongkrong cantik.

Namun entah mengapa, ketika handphone sudah berada dalam genggaman dan membuka sosial media, saya seperti menjadi pribadi yang berbeda.

Seperti saat chattingan dengan teman/adik kelas di Line atau Whatsapp misalnya. Saya bisa menjadi sangat friendly, obrolan mengalir dengan asik, topik bahasan seakan tak pernah habis.

Tapi sekalinya ketemu langsung, tak jarang justru saya lebih sering diam dan justru asik dengan handphone saya. Entah memainkan game Clash Royale atau malah chattingan dengan pacar saya. Pokoknya, kalau ga diajak ngomong ya diem terus hahaha.

Sama halnya soal kepercayaan diri, di dunia nyata dan di dunia maya, sangat terasa bedanya. Di dunia nyata, saya sejatinya cukup pede dengan fashion atau OOTD yang saya kenakan. Bahkan di beberapa kesempatan, saya merasa lebih ganteng dari teman-teman saya, sombong dikit gapapa lah ya? Hehe.

Namun kembali lagi, coba kalau dengan fashion atau OOTD yang sama saya disuruh masukan ke Instagram misalnya, wah saya sih skip (menolak). Entah kenapa, kepercayaan diri yang tadinya di atas langit, bisa seketika anjlok sampai ke dasar sumur.

Potret duality personality, ilustrasi orang yang menampilkan kepribadian berbeda/dribbble.com
Potret duality personality, ilustrasi orang yang menampilkan kepribadian berbeda/dribbble.com

Dalam hal mengutarakan opini pun demikian, di dunia nyata dan dunia maya, bedanya sangat-sangat kentara. Di real life, saya cenderung santai, opini tidak diterima yasudah, pasrah. Jarang saya memaksakan kehendak atau opini, kecuali memang saya 100% benar.

Namun di dunia maya, sebutlah di Facebook atau Instagram, justru kebalikannya! Jarang saya mengalah dalam perdebatan di kolom komentar. Entah kenapa, saya selalu merasa benar dan tak jarang menjelekan pola pikir orang lain yang tak sejalan dengan saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN