Mohon tunggu...
Sri Rohmatiah Djalil
Sri Rohmatiah Djalil Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis, Petani

Penulis buku Kalau Berdeda Lalu Kenapa? dan buku Isyarat Cinta Sarat Makna. Petani padi sejak tahun 2003 hingga sekarang di Madiun

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Hal yang Harus Diperhatikan saat Balik Nama Sertifikat Tanah Pertanian agar Tidak Mumet

3 Februari 2023   14:40 Diperbarui: 4 Maret 2023   14:49 301
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hal yang harus diperhatikan saat balik nama lahan. Dokpri

Masyarakat banyak melirik lahan pertanian sebagai investasi karena untuk jangka panjang sangat prospektif. 

Dalam jangka pendek pun bisa dijadikan sumber rezeki, mata pencaharian. Bahkan sekarang lahan pertanian bisa dijadikan tempat rekreasi.

Namun, saat jual beli dan balik nama sering kali muncul permasalahan yang tak terduga, seperti yang diceritakan seorang ibu, panggil saja Bu Lina.

Saya sempat kaget ketika dia mengirim pesan, ingin cerita terkait balik nama sertifikat tanah. Walaupun tidak begitu akrab dengannya, saya mempersilakannya untuk telepon.

Percakapan dengan Bu Lina
Percakapan dengan Bu Lina

Dia bercerita kalau telah membeli sawah dari salah seorang warga sebut saja Pak Karyo dan istrinya. Jual beli tanah dilakukan di notaris dan semuanya lancar. 

Masalah muncul ketika Bu Lina hendak balik nama kepemilikan tanah tersebut. 

"Lahan itu ternyata dua sertifikat. Saya kaget lah, orang penjualnya juga cuma kasih satu sertifikat. Lalu Pak Karyo dan istrinya sudah meninggal. Sementara ahli warisnya mempersulit," ucap Bu Lina melalui telepon seluler kepada saya.

Menurut Bu Lina kerabat Pak Karyo atos alias ribet. Mereka tidak memberikan fotokopi KTP sebagai salah satu syarat balik nama

Belum lagi, lahan sebelahnya yang jadi satu dengan tanah yang sudah dibeli Bu Lina.

"Sawah itu luas dan ada dua sertifikat, wes gak apa-apa saya beli saja yang satunya. Tapi ahli waris tidak sepakat semuanya, Bu Agus," ujar Bu Lina.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun