Mohon tunggu...
Soetiyastoko
Soetiyastoko Mohon Tunggu... Penulis - Mantan perancang strategi pemasaran produk farmasi dan pengendali tim promosi produk etikal. Sudah tidak bekerja, usia sudah banyak, enerjik ber-cucu 4 balita. Gemar menulis sejak berangkat remaja

Marketer, motivator yang gemar menulis, menyanyi dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Cerita Ibu Kota

18 Mei 2022   22:15 Diperbarui: 18 Mei 2022   22:17 60 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Puisi  |  Cerita Ibu Kota

Soetiyastoko

Teratai ungu sendu wajahmu
terbeban pilu

Mengapung dijernihnya telaga
cinta terkoyak

Sedangkan sepi menggenangi
benak dan  hati
Di tengah riuhnya bejana kota

Setir bundar besar
dan
kaca depan lebar

Tiga pedal, lembut ditekan bergantian.
Kau buat melaju nyaman
sepanjang koridor pas badan bus besar
Trans Jakarta

Kau berusaha tegar-ramah
dan
tetap sabar,
Di kegetiran kehidupan
Bolak-balik menyusuri pengapnya jalan Ibukota.
Mengantar penumpang

(Pagi tadi di  pool seusai sholat subuh, kau lihat dan dengar, suami-mu digelandang petugas. Tertangkap basah pesta narkoba bersama perempuan-perempuan berbaju tak sopan)

Mengapa ada perempuan pejuang kehidupan, tak diperlakukan layak ?

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan