Mohon tunggu...
SNF FEBUI
SNF FEBUI Mohon Tunggu... Jurnalis - Badan Semi Otonom di FEB UI

Founded in 1979, Sekolah Non Formal FEB UI (SNF FEB UI) is a non-profit organization contributing towards children's education, based in Faculty of Economics and Business, Universitas Indonesia. One of our main activities is giving additional lessons for 5th-grade students, from various elementary schools located near Universitas Indonesia. _________________________________________________________ LINE: @snf.febui _________________________________________________________ Instagram: @snf.febui ____________________________________________________ Twitter: @snf_febui _______________________________________________________ Facebook: SNF FEB UI ____________________________________________________ Youtube: Sekolah Non Formal FEB UI ______________________________________________________ Website: snf-febui.com ______________________________________________________ SNF FEB UI 2020-2021 | Learning, Humanism, Family, Enthusiasm | #SNFWeCare

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Gifted Kid Burnout: Risiko Pemberian Label Gifted Terhadap Anak

21 November 2021   13:52 Diperbarui: 21 November 2021   14:24 1991
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar 1. Data and Statistics on Children's Mental Health  (Sumber: https://www.cdc.gov/childrensmentalhealth/data.html)
Gambar 1. Data and Statistics on Children's Mental Health  (Sumber: https://www.cdc.gov/childrensmentalhealth/data.html)

Kesimpulan

Pemberian label gifted kid terhadap anak belum tentu selamanya berdampak buruk apabila disertai dengan kesadaran kesehatan mental yang baik. Oleh karena itu,  Orang tua berperan penting untuk selalu mendukung anak secara positif. Dukungan ini dapat berupa penghargaan atas kerja keras mereka, bukan hanya sebatas hasilnya saja, melainkan juga mendengarkan keluhan mereka, membangun komunikasi dengan baik, mengajarkan bahwa kesempurnaan itu tidak ada, dan terakhir seseorang yang mengalami burnout layaknya kehabisan daya isi, maka untuk mengisinya diperlukan yang namanya istirahat. Namun dalam realitanya, seseorang yang menderita imposter syndrome seringkali merasa bersalah untuk beristirahat.  

Seperti pada lagu Billy Joel yang berjudul Vienna, “Slow down you crazy child you're so ambitious for a juvenile, but then if you're so smart tell me why are you still so afraid?. Where's the fire, what's the hurry about?, you better cool it off before you burn it out”. Nikmatilah hidup secara perlahan. Ambisi bukan hal yang dilarang, tetapi perhatikan jugalah kesehatan mental kita.

Oleh: Salsabila Nur Shabrina | EIEI 2021

Staff Biro Jurnalistik

SNF FEB UI 2021-2022

Referensi

[1] Encyclopædia Britannica, inc. (n.d.). Gifted child. Encyclopædia Britannica. Retrieved November 12, 2021, from https://www.britannica.com/science/gifted-child

[2] Tim. (2021, August 22). Mengenal Burnout: Gejala, Pencegahan, Dan Cara Mengatasinya. gaya hidup. Retrieved November 12, 2021, from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210820131338-255-682975/mengenal-burnout-gejala-pencegahan-dan-cara-mengatasinya

[3] Rahman, D. H. (2020). Validasi School Burnout Inventory versi Bahasa Indonesia. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 13(2), 85-93.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun