Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Guru - Ibu rumah tangga, guru privat, penyuka buku dan lagi senang Nulis

Bergabung sejak Oktober 2020. Antologi: 💗Kutemukan CintaMU 💗 Aku Akademia, Aku Belajar, Aku Cerita 💗150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi 💗 Ruang Bernama Kenangan 💗 Biduk Asa Kayuh Cita 💗 55 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati / @siska_mentorpaytren

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Masih Adakah Ruang Maaf dan Pengampunan di Hati Kita?

8 September 2021   08:49 Diperbarui: 8 September 2021   08:58 105 20 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Masih Adakah Ruang Maaf dan Pengampunan di Hati Kita?
Ilutrasi gambar:https://mobile.twitter.com/tausiyahku/status/943235541092458496/photo/1


Apakah buku diri ini, harus selalu hitam pekat?

Apakah dalam sejarah orang, mesti jadi pahlawan?

Sedang Tuhan di atas sana, tak pernah menghukum,

Dengan sinar mata-Nya yang lebih tajam dari Matahari.

Sepenggal lirik lagu yang dibawakan oleh Ebit G. Ade, sangat menyentuh hati dan pikiran saya sejak masa kanak hingga kini. 

Ketika ada seseorang yang berbuat jahat, atau difitnah melakukan perbuatan keji, tergiring di jeruji besi, entah menerima putusan hakim dengan rela atau terpaksa, para pelakunya harus menjalaninya.

Kadang saya berpikir, apa dan mengapa mereka sampai tega berbuat demikian. Namun, takdir pun dijalani, suka  atau tak suka, masa hukuman diselesaikan. Pengakuan telah disampaikan. Maaf, meski dengan hukuman mati sekalipun.

***

Budaya pengenyahan (bahasa Inggris: cancel culture atau call-out culture) adalah sebuah bentuk ostrakisme modern di mana seseorang dikeluarkan dari lingkaran sosial atau profesional baik secara daring di media sosial, di dunia nyata, atau keduanya. Mereka yang menjadi subjek pada ostrakisme ini dianggap "dienyahkan".

Merriam-Webster, dalam mendiskusikan sejarah istilah ini, mencatat bahwa cancel (secara harfiah bermakna "batal"), seperti yang digunakan dalam istilah ini berarti "berhenti memberi dukungan kepada orang itu," sementara Dictionary.com, dalam kamus budaya populernya, mendefinisikan cancel culture sebagai "menarik (mengenyahkan) dukungan untuk figur publik dan perusahaan setelah mereka melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap tidak pantas atau menyinggung".

Ungkapan "cancel culture" sebagian besar berkonotasi negatif dan biasanya digunakan dalam debat tentang kebebasan berbicara dan penyensoran.

Selengkapnya silakan bisa disimakmdi Wikipedia.

***

Lagu di atas penuh makna

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan