Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Administrasi - #Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#

#Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#Menulis sesuai suara hati#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Pentingnya "Sense of Crisis" bagi Negara

6 April 2020   20:25 Diperbarui: 6 April 2020   20:37 3142
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi gambar diedit via Plukme.com


Bahkan dengan kurang pekanya pemerintah atas ancaman krisis pandemi Covid-19 tersebut, seiring waktu berjalan pada akhirnya berujung juga pada krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ya, mungkin saja ini disebabkan karena kita terbiasa sebagai bangsa yang terlalu santai, kurang bergegas, kurang antisipatif, kurang adaptif, kurang ada inisiatif dalam menghadapi sebuah situasi krisis.

Meskipun pada umumnya situasi krisis sering diasosiasikan ke arah negatif, namun sebenarnya situasi krisis juga dapat memberikan dampak positif yang bisa menjadi titik balik ke kehidupan yang memberikan dampak secara signifikan terkait kepekaan antisipatif atas reaksi adaptif masyarakat, atau bangsa tersebut.

Lalu kenapa Sense of Crisis itu menjadi penting bagi negara?

Negara pastinya dipunggawai oleh para pejabat pemerintahan dan pejabat terkait lainnya, mulai dari Presiden hingga unsur pemerintahan terbawah sesuai dengan hierarki kepemerintahannya.

Dan tentunya presiden sebagai kepala negara juga dituntut memiliki Sense of Crisis yang kuat, sehingga seorang kepala negara meskipun harus dituntut memiliki sikap yang tegas, tapi tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan bila suatu saat negara menghadapi situasi krisis.

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemampuan membaca masa depan, baik yang bersifat prediktif atas analisa situasi terkait tantangan dan ancaman.

Kemampuan ini sangat penting guna memastikan bahwa negara tetap terjaga dengan baik dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman baik dari internal maupun eksternal.

Pemimpin dituntut bisa mengambil sikap dan bijaksana dalam menerima saran dan pertimbangan dari pihak-pihak yang berkompeten.

Dengan maksud disini adalah bagaimana seorang presiden sebagai kepala negara harus punyak sikap dan bijak dalam menerima, memilih dan memilah saran dan pertimbangan para menteri dan pejabat terkait lainnya dalam rangka mengambil  keputusan. Sehingga ada sikap tegas atas nilai-nilai yang sudah disepakati sebagai satu bangsa dan negara.

Pemahaman atas adanya krisis dan dampak atau prediksi kemungkinan yang akan terjadi sangat membantu dalam upaya menyusun strategi dan pendekatan dalam proses penyelesaian masalah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun