Mohon tunggu...
Adi Permana Sidik
Adi Permana Sidik Mohon Tunggu...

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran 2012.. Suka membaca, dan mulai belajar menulis. Senang bersilaturahim dan berbagi ilmu pengetahuan.

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Merindukan Shalat Subuh Berjamaah Penuh

22 Oktober 2013   05:35 Diperbarui: 24 Juni 2015   06:12 307 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Merindukan Shalat Subuh Berjamaah Penuh
13823946551414847072

Suasana shalat berjmaah di masjid: Sumber: indonesiaberjamaah.blogspot.com

Allahuakbar…

Allahuakbar…

Allahuakbar…

Allahuakbar…

Asyhaduala ilaha illallah…

Asyhaduala ilaha illallah…

Asyahaduanna muhammadurrosulullah…

Asyahaduanna muhammadurrosulullah…

Hayya ‘alas sholah…

Hayya ‘alas sholah…

Hayya ‘alal falah…

Hayya ‘alal falah…

Asholatu khoirum minan naum…

Asholatu khoirum minan naum…

Allahuakbar…

Allahuakbar…

Laa ilaha illallah…

Sekitar 90 menitan yang lalu lafadz ini dikumandangkan oleh para muadzin di masjid-masjid, sehingga menggema di seluruh belaham bumi. Alhamdulillah hati dan tubuhku ini atas izin Allah masih dapat melangkah kan kaki untuk pergi dan shalat subuh berjamaah di musola dekat kosan-ku.

Saat tiba di masjid, baru dua orang yang sudah datang dan sedang melaksanakan shalat sunnah subuh. Dua orang ini berdasarkan pengamatanku sudah sepuh, bisa dibilang kakek-kakek. Sekitar 5-10 menit melaksanakan shalat sunnah, sambil menunggu para jamaah datang ke musola. Shalat subuh berlangsung, dan sampai selesai, tidak ada tambahan jamaah. Ternyata shalat subuh berjamaah kali ini hanya diikuti oleh 8 orang. Lagi-lagi aku yang paling termuda. Aku sering bertanya dalam hati, ke mana para pemuda itu ya di waktu subuh? Aku berprasangka baik saja, mungkin mereka melaksanakan shalat subuhnya di rumah. Aku tetap berdo’a dan merindukan shalat subuh penuh dengan dengan jamaah para pemuda.

Sekedar info, melaksanakan shalat subuh secara berjamaah ini sungguh besar sekali pahala dan keutamaannya.Simaklah beberapa dalilnya berikut ini:

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya,” (H.R. Muslim)

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).

Sebaliknya, inilah dalil akibat mereka yang tidak melaksankan shalat subuh.

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis,

“Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’

Semoga para senantiasa melaksanak shalat subuh dan shalat fardu lainnya, serta tidak meninggalkan shalat subuh, dan shalat fardu lainnya. Semoga bermanfaat Wallahu’alam bis showab.

Sumber bacaan:

http://www.bonifajarwan.com/2013/06/keutamaan-shalat-subuh-berjamaah-di.html

http://andi-hasta.blogspot.com/2012/05/akibat-yang-mengerikan-dari.html

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x