Mohon tunggu...
Finansial

Ketika Kesabaran Investasi Kita Sedang Diuji Guncangan Pasar

3 Agustus 2020   15:23 Diperbarui: 3 Agustus 2020   15:30 14 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Kesabaran Investasi Kita Sedang Diuji Guncangan Pasar
kumparan.com

Pasar saham benar-benar sedang tidak stabil (fluktuatif). Guncangannya kerap terasa di tengah pandemi Covid-19 ini. Sehari naik, hari berikutnya turun lagi. Begitu seterusnya. Pasar memang belum kondusif.

Kendati pasar volatile, sejatinya ini tidak memengaruhi disposisi investor karena investor yang sejati berpikir jangka panjang, tidak seperti trader yang bisa-bisa menjadi gusar manakala saham yang telah dibelinya anjlok.

Mereka yang gusar dan akhirnya menjual sahamnya tentu merealisasikan kerugian itu, beda halnya bagi investor yang tetap menahannya meski sudah merugi maka kerugian itu masih sebatas potensi.

Kerugian menjadi nyata tatkala saham yang sedang merugi dijual begitu saja. Memang sangat manusiawi dalam investasi saham itu ada kecemasan dan kepanikan, namun investor yang cerdas dan bijak tentu bisa mengelola letupan emosi ini secara wajar.

Sejauh orang konsisten dengan tujuan investasinya, semisal dalam menikmati saham melalui aplikasi IPOT, maka investasi itu akan sampai pada tujuannya. Beda halnya ketika di tengah perjalanan ada gangguan koreksi market dan panik sehingga buru-buru menjualnya maka tujuan investasi itu menjadi tak tergapai.

Di masa-masa pasar yang sedang fluktuatif ini, ada baiknya berpegang pada wejangan Warren Edward Buffett yang menjadi contoh baik dalam investasi saham.

Cara berinvestasi Buffett memang untuk jangka panjang dan itu mesti dijalani dengan penuh kesabaran. Kesabaran itu penting dalam investasi saham jangka panjang. Sabar artinya tidak terpengaruh kondisi pasar yang volatile dan tentunya tidak gampang terpengaruh isu-isu negatif yang menggoda investor untuk melepaskan sahamnya.

Ketika investasi sudah diputuskan untuk jangka panjang tentu saja tantangan terberatnya justru saat krisis seperti saat Covid-19 ini dimana saham-saham memang sedang lesu dan tak bisa merangkak.

Godaan untuk menjual dan membuang saham-saham yang sedang minus sangat besar, tetapi bagaimana pun juga, begitu investasi jangka panjang telah dilakukan maka konsisten dengan keputusan itu penting. Dengan begitu, tujuan investasi pun bakal menjadi nyata.

Justru untuk meminimalkan kerugian dan memperbesar potensi cuan dalam investasi saham maka di saat pasar sedang terguncang sehingga membuat harga-harganya anjlok, menambah saham yang sedang tergerus untuk mengecilkan kerugian justru akan mendatangkan cuan lebih besar lagi ketika saham-saham itu kembali merangkak naik.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x