Mohon tunggu...
Chaira Andhia Putri
Chaira Andhia Putri Mohon Tunggu... lainnya -

Kadang kusangka mimpiku sederhana. Hidup sederhana, dengan pria sederhana, bersama anak-anak kami dan meniti jalan ke surga. Tapi ternyata, mimpi itu tak sesederhana yang kukira.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Bila Tak Kau Reguk Berkah Ramadhan, Lantas Apakah yang Sesungguhnya (Akan) Kau Rayakan?

9 Agustus 2012   04:41 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:03 106
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Perempuan yang sama kembali kudapati mematung, mencelupkan ujung jari kakinya yang membiru pada genangan pagi. Tanpa menoleh - entah sadar atau tidak bahwa aku disini - dia memberi celah pada bibirnya dan membiarkan serenteng aksara mengalir dari sana,

"Ketika tiba saatnya aku menangisi kepergian itu, tolong, tersenyumlah untukku.."

Sebab yang satu itu lebih pasti dari datangnya Idul fitri,

ketika kau sibuk mempersiapkan segala hingga meninggalkan puasa dan ibadah sunnah muakkadnya,

apakah sesungguhnya yang membuatmu yakin bahwa satu Syawal akan kau jumpa?

Lalu baju baru, kue-kue dan semaraknya suasana, membuatmu memilih meninggalkan apa yang diwajibkan-Nya..

Padahal yang lebih pasti, ialah mati, sedang menanti..

Bila tak kau reguk berkah Ramadhan,

lantas apakah sesungguhnya yang kau rayakan?

Dan untuk apa baju yang kau beli, nastar yang kau buat ini hari,

bila sebelum habis ramadhan,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun