Mohon tunggu...
Septian Ananggadipa
Septian Ananggadipa Mohon Tunggu... Auditor - So let man observed from what he created

Pejalan kaki (septianangga7@gmail.com)

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Doa untuk Bidadari

18 Juni 2017   21:25 Diperbarui: 18 Juni 2017   21:37 1145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

dalam kelamnya duka, selalu ada sepasang tangan,

yang menyambut, menghangatkan.

Dia pun manusia biasa,

yang terkadang gelisah lelah.

Namun tak lama, ia tetap mencerahkan rumah

dengan harum masakan dan senyuman di bibirnya.


Semoga di setiap detik berlalu,

aku bisa selalu bersyukur.

Karena kita bisa bersama sebagai manusia.

Doa ini untuk seorang istri,

Wujud nyata dari sang bidadari.

 

---

Septian Ananggadipa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun