Mohon tunggu...
Saparuddin S.Pd
Saparuddin S.Pd Mohon Tunggu... Administrasi - Penggiat demokrasi

saparuddin adalah seorang laki-laki yang berumur 29 tahun dan mulai aktif di penggiat demokrasi mulai di kuliah sampai saat ini

Selanjutnya

Tutup

Politik

Peran Penting Mahasiswa dalam Pemilu

19 Februari 2020   14:02 Diperbarui: 19 Februari 2020   14:08 1526
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Memasuki tahun politik pilkada 2020, masyarakat akan disuguhkan satu momentum besar yaitu Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil gubernur, Wali kota dan Wakil Wali Kota dan Bupati dan Wakil Bupati serentak sebanyak 270 daerah di Indonesia. Berbagai calon sedang gencar mempersiapkan diri juga pemilih yang akan turut andil dalam pesta demokrasi tersebut. Tak terkecuali mahasiswa, sabagai generasi penerus bangsa, mahasiswa juga perlu berperan aktif dalam momentum ini untuk perubahan bangsa yang lebih baik.

Berpredikat sebagai seorang akademisi (mahasiswa) sudah barang tentu seyogyanya mengambil peran penting dalam berbagai aspek bidang kehidupan termasuk dalam bidang politik. Pesta demokrasi tahap pertama sudah di depan mata, peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol moral, dan iron stock dituntut untuk memainkan peran tersebut sebagai bukti bahwa mahasiswa masih mampu menunjukkan eksistensinya dengan aktif.

Sebagai agen perubahan dalam bidang politik, mahasiswa tidak harus terjun ke lapangan bermain dengan para pemangku kepentingan elite politik. Sebab, sejatinya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dapat diartikan sebagai seorang yang membuat perubahan tanpa menimbulkan dampak negatif pada masyarakat, mengingat bahwa jika seorang telah terjun di wilayah politik terlalu berisiko mendapatkan konsekuensi. Konsekuensi seseorang jika bergelut di bidang politik adalah harus mampu menanggung konsekuensi sosial seperti bullying, pengasingan diri, maupun tekanan mental.

Kontrol moral adalah salah satu peran penting yang harus dijaga oleh seorang mahasiswa selama menjalankan kehidupannya di tengah-tengah masyarakat walaupun itu menjadi tugas semua elemen sosial kemasyarakatan. Peran mahasiswa sebagai kontrol moral merupakan semangat bagi kaum intelektual (mahasiswa) untuk mampu menganalisis kondisi sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Analisis yang digunakan tidak serta-merta terjadi begitu saja tetapi tentunya melalui beberapa mekanisme yang ditandai munculnya kesadaran pribadi, kesadaran etis, sehingga menimbulkan kesadaran kolektif yang terjadi dalam sistem sosial secara keseluruhan.

Peran mahasiswa dalam kaitannya dengan iron stock adalah menanggung nilai etis sebagai penyandang predikat 'mahasiswa' secara bahasa maha yang artinya tinggi dan siswa adalah terpelajar. Sudah menjadi kebenaran absolut bagi yang menyandang predikat mahasiswa. Masyarakat menilai mahasiswa adalah orang yang berpendidikan dan mempunyai kemampuan dalam keilmuan yang dilatarbelakanginya. Kepercayaan dari masyarakat itu yang menjadikan mahasiswa poros penting dalam berkehidupan termasuk persoalan sosial dan politik.

Oleh karena itu, di tahun politik dewasa ini, mahasiswa sebaiknya memilah terlebih dahulu berbagai informasi yang ada. Termasuk informasi yang beredar di media sosial. Informasi yang didapatkan setiap menit maupun detik sebaiknya terlebih dahulu melalui berbagai kajian yang mendalam untuk menarik sebuah kesimpulan. Kontribusi mahasiswa di tahun politik saat ini hendaknya mengambil tindakan yang betul-betul melalui pengkajian mendalam terlebih dahulu untuk menarik suatu kesimpulan.

Sebagai seorang mahasiswa yang berlatar belakang ilmu sosial politik, misalnya, idealnya ikut andil dalam ajang lima tahunan ini. Ada beberapa peran yang bisa dilakukan sebagai seorang akademisi sejati. Pertama, semua sepakat bahwa Pemilu dan Pilkada telah menjadi wadah aspirasi politik warga negara, khususnya mahasiswa. Namun pada praktoknya, ada banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi di tengah pesta demokrasi ini.

Maka, oleh karena itu, mahasiswa bisa mengambil peran dalam Pilkada untuk mensistemasi dan mengorganisir para pemilih untuk menjadi cerdas, dan memberikan pengetahuan berupa pemahaman melek politik agar memilih calon pemimpin berdasarkan kinerja dan kreadibilitasnya selama ini.

Banyak yang bisa dilakukan seorang mahasiswa untuk menyukseskan atau ikut berpartisipasi dalam pilkada 2020, dengan melakukan pemilih cerdas kepada masyarakat, mensosialisasikan tentang setiap tahapan penyelenggaraan pilkada, mengajak masyarakat agar bersama-sama memilih pada hari pemungutan suara agar jangan golput, menjadi pemantau pilkada dan lainnya.

Profil singkat penulis:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun