Mohon tunggu...
Santi Titik Lestari
Santi Titik Lestari Mohon Tunggu... Mari menulis!!

Menulis untuk mengawetkan ide dan berbagi ....

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Bagi Anda, Tidur Itu Biasa?

16 Oktober 2019   23:56 Diperbarui: 17 Oktober 2019   00:04 46 1 0 Mohon Tunggu...
Bagi Anda, Tidur Itu Biasa?
Insomnia

Istilah insomnia sering dipakai untuk merujuk pada kondisi seseorang yang tidak bisa tidur. Sekalipun insomnia bisa dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan penyebabnya, tetapi dalam tulisan saya kali ini, saya akan mengaitkan hal ini dari sisi pandang yang lain. Bukan tentang penyebabnya, melainkan dari sisi gaya hidup yang lain.

Kebiasaan Bersyukur

Ketika seseorang sulit tidur, beberapa cara dilakukan untuk menimbulkan rasa kantuk, mulai dari membaca buku, melihat televisi, menulis, berhitung, mendengarkan siaran radio, meminum obat, dll.. Bahkan, bisa jadi, seseorang yang sering mengalami sulit tidur, menganggap tidur sebagai sesuatu yang luar biasa -- ketika suatu saat mereka bisa menikmatinya dengan baik. 

Jika banyak hal dilakukan supaya bisa tidur dengan lelap pada malam hari, betapa bersyukurnya seseorang yang bisa menikmati istirahat malam dengan begitu lelapnya. 

Namun, apakah kita selalu bersyukur pada pagi hari ketika kita bisa bangun dengan penuh kesegaran? Sering kali, kita lupa bersyukur atas tidur nyenyak sudah Tuhan berikan kepada kita, bahkan perlindungan yang tiada hentinya Ia berikan saat kita memejamkan mata untuk melepas kepenatan.

Melihat Hal-Hal yang Biasa dengan Cara yang Tidak Biasa

Banyaknya aktivitas yang harus kita lakukan setiap hari membuat kita melupakan anugerah Tuhan yang nyaris tak pernah kita perhitungkan. Istirahat yang nyenyak, perlindungan, penyertaan, kesehatan, sehari tersedia 24 jam, dan napas yang selalu disediakan semakin sulit kita perhitungkan karena hal-hal itu dianggap biasa. 

Apalagi dengan terlalu padatnya kegiatan, pekerjaan, dan rencana-rencana hidup yang memforsir tenaga dan pikiran kita, menambah ketidakpekaan kita akan hal-hal semacam ini.

Tidak ada hal-hal yang terlalu sepele untuk tidak kita syukuri. Jika kita mengalami masalah pernapasan, kita akan sungguh-sungguh berdoa dan minta kepada Tuhan untuk memberikan kelegaan. 

Namun, jika kita bisa melewati malam dengan tidur pulas, kelancaran dalam setiap kegiatan di sepanjang hari, eh ... esok paginya, kita lupa bersyukur kepada-Nya.

Mari kita belajar mensyukuri hal-hal yang selama ini dianggap biasa. Belajar melihat hal-hal yang biasa dari sudut yang lain dan mensyukurinya. Sebab, tanpa hal-hal biasa berjalan dengan baik, hal-hal yang besar/luar biasa sulit tercapai.

Kualitas Memengaruhi Kualitas yang Lain

Bahkan, dalam hal tidur pun, kita perlu memiliki kualitas. Kualitas dan kuantitas tidur dapat memengaruhi kualitas hidup. Jika kualitas dan kuantitas tidur kita kurang baik, tentunya hal ini akan memengaruhi produktivitas, kreativitas, dan mental kita. 

Karena itu, jika selama ini kita sulit untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas, jangan menyerah, mari terus berusaha untuk bisa memulihkan kondisi ini. Jika memang terlalu parah, perlu untuk berkonsultasi dengan dokter supaya segera bisa diatasi.

Sekalipun tidur terdengar biasa dan setiap orang pasti mengalaminya, tetapi kita harus sadar bahwa tidur kita pun perlu kita evaluasi. Jika memang selama ini sudah berkualitas, bersyukurlah dan ambillah komitmen untuk bisa mengerjakan hal-hal yang lain dengan lebih baik lagi. 

Namun, jika ternyata selama ini kita bermasalah dalam urusan tidur, kita harus refleksi apa saja yang mungkin menjadi penyebabnya, dan mulailah berbenah.

Tidur itu memang biasa, tetapi pada praktiknya ada yang tidak bisa. Tidur itu memang biasa, efeknya tidak biasa. Jadi, sekarang bagaimana?  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x