Mohon tunggu...
Sadli Insurance
Sadli Insurance Mohon Tunggu... Seorang Praktisi Asuransi di Provinsi Bangka Belitung

life peace full, we love u full...

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Bisnis Asuransi Itu Nyaris Tanpa Modal ?

27 Juli 2019   14:49 Diperbarui: 27 Juli 2019   14:57 0 0 0 Mohon Tunggu...


Asuransi hewan apaan sih?

sekedar joke yang dulu pernah dilontarkan senior pada saat sosialisasi produk asuransi ke audien, tentu para audien yg serius menjadi tertawa, dan memecahkan suasana. Masyarakat kita masih minim pengetahuannya terhadap industri asuransi ini, beberapa yang saya ajak wawancara biasanya menyebut asuransi itu hanya Bumiputera, Jiwasraya, atau jasaraharja selain ini brand yang sudah lama ada, juga hanya asuransi jiwa saja yang mereka ketahui atau asuransi sosial spt BPJS, lalu apakah itu asuransi itu, sebuah perjanjian antara 2 pihak (Penanggng / asuransi dan tertanggung/nasabah) dimana ada kesepakatan diawal sebelum terbit polis yg diajukan dalam bentuk Surat permohonan (SP), yang satu berkewajiban untuk membayar premi/iuran/kontribusi dan yang satu lagi berkewajiban untuk memberikan pergantian atas kerugian pihak yang membayarkan premi tadi, sesuai yang telah disepakati dalam polis asuransinya, atas kerugian apa saja (jiwa/property/liability).

asuransi itu ada 3 kelas usahanya, yakni pertama, asuransi jiwa, biasanya ini asuransi yang menjual produk dalam bentuk jangka panjang dan premi yag disetorkan itu juga semacam tabungan (investasi) dan perluasanya, ada yang mengawinkan dengan asuransi kesehatan, ada yang dengan pendidikan, ada yang dengan invstasi dunia saham. kedua, asuransi kerugian, lebih pada upaya untuk memberikan pergantian terhadap kerusakan atau kerugian pada aset seseorang, spt asuransi kendaraan atau property, dan ketiga, yakni asuransi sosial, dimana kita mengenal jasaraharja putra, askes, bpjs, ini diselenggarakan oleh negara, mereka mengutip premi yang relatif murah/nahkan nill, untuk memberikan manfaat pada masyaraakt benefit yang sangat luas, dimana asuransi swasta tentu tidak akan mampu menyainginnya, dan asuransipun ada 2 bentuknya, yakni konvensional dan syariah.

Minim Literasi terhadap Industri Asuransi

Fakta ini disampaikan oleh OJK sendiri, baru sebesar 11 persen literasi masyarakat terkait produk asuransi ini, bila estimasi penduduk kita saat ini ada 260 juta jiwa x 11% hasilnya baru sekitar 30 juta jiwa masyarakat indonesia yang melek terhadap produk asuransi sisanya ada 230 juta jiwa masih belum mengetahui dunia asuransi, berbeda dengan perbankan, disatu sisi ini menjadi sebuah pasar yang masih sangat besar yg belum digarap oleh pelaku industri asuransi, disisi lain sebuah tantangan apa penyebab baru 11% ini terjadi, apakah masyarakat masih menganggap asuransi ini perusahaan yang menipu, klaim susah, bahkan tidak menepati janji-janjinya, itu merupakan tantangan pemerintah, OJK dan para pelaku industri asuransi kedepan.

Tidak asing bila kita masuk ke sekolah dari SD sd Bangku kuliah, bila kita sosialisasi terkait asuransi mereka masih kurang merespon dengan baik, beda halnya dengan perbankan, bahkan memimpikan untuk menjadi pegawai kantoran di perbankan masih sangat besar minat dari anak-anak sekolah saat ini, sedikit yang ingin menjadi agen asuransi atau bekerja diindustri asuransi, mengingat didalam materi pengajaranpun minim terkait lembaga keuangan non bank semacam asuransi ini, di perusahaan saya, kami menjual salah satu produk yang berkaitan langsung dengan dunia pendidikan ini, yakni produk asuransi kecelakaan diri bagi siswa atau mahasiswa dengan nama produk siswakoe / mahasiswakoe.

Dari tahap dini inilah kami mulai masuk ke lingkungan pendidikan mulai dari menawarkan kerjasama perlindungan asuransi hingga kerjasama untuk melakukan penelitian atau bahkan magang secara nyata bagaimana industri asuransi itu menjual produknya, mereka mengasah kemampuan menjual / berbisnisnya dari dunia asuransi ini, bila mereka merasa cocok bisa mendaftarkan diri menjadi salah satu agen resmi yang menjual produk asuransi secara resmi yang akan didaftarkan ke asosiasi asuransi spt AAUI - untuk asuransi umum atau AAIJ - untuk asuransi jiwa.

setidaknya sejak dini mereka sudah mulai melihat bahwa industri asuransi tidak sesuram yang pernah mereka bayangkan sebelumnya, setelah mengenal biasanya mereka mulai tertarik untuk mengali lebih jauh terkait produk-produk asuransi, apalagi untuk menjadi agen asuransi itu mereka tidak perlu mengeluarkan modal, cukup niat, semagat, motivasi, surat lamaran dan tentunya konsistensi untuk pantang menyerah atas penolakan dari para calon nasabah, dari 10 orang pasti 9 menolak peluang hanya 1 saja, bila melakukan 100 kali tentunya ada peluang masuk 10 orang, tentunya saat ini konsep tersebut masih berlaku namun dengan cara yang mungkin sudah lebih canggih dalam proses penjualan.

kaum millenial tentu bisa mengemas cara penjualan dengan cara yang lebih menarik dan juga efektif mudah diviralkan, misal membuat presentasi via youtobe, atau media sosial lainnya diinternet, apalagi sudah ada facebook ads, google ads dll, bisa dimanfaatkan untuk mereka membuat bisnis mereka sendiri dengan konsep asuransi ini, maka semakin kreatif maka akan semakin banyak mendatangkan uang, apalagi saat ini tidak hanya yang punya modal besar adalah jaminan akan jadi pemenang, tapi yang lebih kreatif, menarik dan sedikit gila akan menarik perhatian masyarakat yang akan mudah menarik keuntungan, tentunya untuk cara konvensional menjual asuransi tetap harus dilakukan, karena tidak semua calon nasabah saaat ini yang usianya diatas 40 tahun (masa yg sudah sukses) paham atau mengunakan medsos bisa jadi kepercayaan juga masih minim bila hanya mengunakan medsos untuk menjual produk asuransi ini, tetap 70 : 30 (70% dimedsos : 30% tetap menjual ke lapangan) agar maksimal penjualannya.

Bener Bisnis ini nyaris tanpa modal

Tidak aneh kalo anda ketemu teman yang berbisnis MLM, untuk mendaftar jadi anggota saja anda sudah ditagih biaya sekian yang harus dibayarkan, baru anda mendapatkan panduan, discont membeli produknya baru bisa berjualan, begitu juga kalo anda ingin membuka toko atau warung kuliner, tanpa moda sangat lah mustahil, beda dengan menjadi agen asuransi ini, anda cukup memiliki kemauan (niat) dan konsistensi terhadap penolakan dilapangan selama 2 tahun deh, saya pastikan bila anda seriuas terus belajar, setelah melewati masa tersebut anda akan menemukan kesuksesan dan kekayaan yang tentunya akan lebih gampang, dibanding pekerjaan lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2