Mohon tunggu...
samuel purba
samuel purba Mohon Tunggu... Administrasi - PNS, pemerhati sosial

Penikmat alam bebas dan bebek bakar; suka memperhatikan dan sekali-sekali nyeletuk masalah pendidikan, budaya, dan kemasyarakatan; tidak suka kekerasan dalam bentuk apa pun.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Lembayung

4 November 2016   12:09 Diperbarui: 4 November 2016   12:16 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: dokumen pribadi

Merahmu membakar sisa kecewa

meski telah kusimpan rapat

selama ini ku sangka bisa

tapi sang pengecut hanya sanggup sampai di sini

angkuh yang yang tak pernah rela mengaku

kini jadi kepingan kering terbang terbawa angin

entah kemana

Hangatmu sempat menenangkan ego

yang sekian lama dingin tanpa harap

mendesis, meronta, akhirnya takluk juga

perjalanan hidup tak pernah membuatnya belajar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun