Mohon tunggu...
SAMSUTO
SAMSUTO Mohon Tunggu... Mahasiswa - MAHASISWA

Menulis menjadikan diri kita hidup "abadi", menulis membuat ide terus berkembang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Anakku

10 November 2022   23:35 Diperbarui: 10 November 2022   23:44 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Anakku

Kau, 

Saat ini masih mengumpulkan

Setiap lembar bekal

Yang kau bisa jadikan peta

Dalam gelar waktu yang berubah-ubah

Agar langkahmu

Bisa sejajar dengan fitrah-mu kelak

Aku,

Bukanlah kompas kehidupan itu

Melainkan bagian dari pemahat masa

Yang terus bertabik pada keadaan

Yang kadang Datang seperti lesatan

Mengaburkan pandangan

Gocangan jiwa sering kali menyapa

Sabuk keikhlasanlah yang membuat

Pijakan kaki tetap menapak

Tulang-tulang masih tegak

Merenda kembali

Setiap huruf cerita

Dengan segenap SEMANGAT

Kau,

Saat ini masih terpana

Pada sinar-sinat mentari pagi

Yang begitu hangat

Ketika kulitmu bercengkrama

Nak, 

Ada masanya dia akan terik

Yang membuat silau dan keringatmu menjadi buliran

Yang tetap begitu saat kaupun sudah protes..

Ada masanya

Dia akan menjadi redup

Tak berdaya pada perubahan

Tawaran senja yang menyelimuti dengan temaram...

Akan menjadi selimut

Nak..

Itulah hidup

Siklus demi siklus

Menjadi rumus pasti

Yang terkadang datang dan pergi

Tanpa sapaan dan salam

101122 12.44

Jakarta-Jeddah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun