Mohon tunggu...
Safri Ishak
Safri Ishak Mohon Tunggu... Safri Ishak

Saya lahir di Muntok Bangka tahun 1948, pensiunan IT, domisili Tebet Barat Jakarta, belajar menulis agar tambah kawan dan biar nggak cepat pikun.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Wisata Pantai Siangau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat.

22 Agustus 2011   09:26 Diperbarui: 28 Mei 2019   08:51 0 3 17 Mohon Tunggu...
Wisata Pantai Siangau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat.
Pantai Siangau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat.


Kali ini tidak ada rencana khusus pulang kampong ke Muntok, beberapa hari sebelum long week-end Jum’at 22-APR-2011 saya nelpon adik kami Piyai apakah ada ditempat akhir minggu tersebut. Ternyata Piyai dan Cita tidak pergi kemana-mana dan kami janji untuk main ke Muntok. Tanggal 17-APR-2011 lihat lihat e-ticket Jakarta – Pangkal Pinang berangkat tanggal 21-APR dan pulang tanggal 24-APR, hampir semua airline tujuan Pangkal Pinang – Jakarta penuh, untung kami masih dapat seats di Lion Air. Rupanya banyak penumpang yang sudah booking untuk pulang setelah melaksanakan Ceng Beng atau sembahyang arwah.

Pagi pagi jam 04:45 saya dan istri saya Erry berangkat naik taxi ke Terminal 1B bandara Soekarno Hatta, tiba di bandara lansung check-in dan penerbangan on-time jam 07:00 menuju bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

Setelah sekitar satu jam penerbangan, sampai di Pangkal Pinang adik kami Piyai dan Cita sudah menunggu untuk menjemput kami. Berhubung hari masih pagi, kami sarapan dulu di kedai kopi (Pay Ishak Tambah info sedikit, warung kopi di Pangkalpinang, namanya TUNG TAO, usaha keluarga yang dimulai sejak tahun 1938, cabang dari sungai liat, masakannya  enak, lumayan nambah wisata kuliner di Pankal Pinang). Saya pesan teh tarik dan roti isi sambal lengkong (abon ikan), selesai sarapan singgah di gerai oleh oleh khas Bangka di sebelah kedai. Macam macam makanan dijual disitu mulai dari getas, kerupuk, manisan kelubi, sambal lengkong, rentak sagu, kue nenas, kuawaci biji labu, siput gonggong kering dan lain lain.

Kue Nanas. Picture taken by Safri Ishak, Tebet Barat Jakarta, 25-April-2011.Bongli = Nanas, Piang = kue bentuk bundar gepeng. Oleh oleh pulang kampong, ukurannya agak besar, manis, gurih dan legit.
Kue Nanas. Picture taken by Safri Ishak, Tebet Barat Jakarta, 25-April-2011.Bongli = Nanas, Piang = kue bentuk bundar gepeng. Oleh oleh pulang kampong, ukurannya agak besar, manis, gurih dan legit.
 

Siput Gonggong Kering. Picture taken by Safri Ishak, Tebet Barat Jakarta, 25-April-2011. Oleh oleh pulang kampong, crispy dan kebetulan tidak asin, enak.
Siput Gonggong Kering. Picture taken by Safri Ishak, Tebet Barat Jakarta, 25-April-2011. Oleh oleh pulang kampong, crispy dan kebetulan tidak asin, enak.

Dari sana perjalanan dilanjutkan ke Pasar Pembangunan untuk mencari belacan, udang kering dan ikan asin. Kebetulan ada ikan asin Talang yang sudah lama saya pesan, terakhir makan ikan asin Talang adalah sebelum kami merantau ke Jakarta tahun 1961. Memang ikan asin Talang ini susah didapat, saya sudah lama pesan sama Piyai dan Alhamdulillah ada yang jual. Selain ikan asin Talang, istri saya juga beli ikan asin Tenggiri, ikan asin Belanak, udang kering dan pastinya belacan Bangka.

Ikan Asin Talang. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.
Ikan Asin Talang. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.

Ikan Asin Tenggiri. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.
Ikan Asin Tenggiri. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.

Wak Wak, Cacing Laut.
Wak Wak, Cacing Laut.

Sirip Ikan Hiu basah sedang dijemur. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.
Sirip Ikan Hiu basah sedang dijemur. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.

Perut Ikan Kering. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.
Perut Ikan Kering. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.

Kolat Pelawan Kering. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.
Kolat Pelawan Kering. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Pembangunan Pangkal Pinang, 21-April-2011.

Selesai belanja di Pasar Pembangunan sudah lewat jam sebelas dan kami langsung menuju rumah makan Palapa, kedai nasi masakan kahas Bangka pertama yang kami kunjungi pada waktu pulang kampong pertama bulan Maret 2009. Langsung tancap gas, lempah darat, gulai kepala ikan, ulam pucuk ubi rebus, terong rebus, sambal belacan dan rusip (sudah 50 tahun tidak makan rusip).

The Famous Rusip Mentok. Picture taken by Safri Ishak.
The Famous Rusip Mentok. Picture taken by Safri Ishak.

Sayur Darat. Picture taken by Safri Ishak.
Sayur Darat. Picture taken by Safri Ishak.

Gulai Kepala Ikan. Picture taken by Safri Ishak, Tebet Barat.
Gulai Kepala Ikan. Picture taken by Safri Ishak, Tebet Barat.

Sebelum menuju Muntok, mampir dulu di rumah Piyai di jalan Kamboja Kacang Pedang, shalat dan titip barang barang yang akan dibawa kembali ke Jakarta. Setelah istirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan ke Muntok, sayangnya musim durian sudah habis dan duku baru berbunga jadi sepanjang jalan tidak ada yang jual buah buahan. Kami mampir sebentar di kampung Kacung untuk membeli kopiah Resam pesanan adik kami Mansur. Sampai di Muntok hari sudah menjelang petang dan setelah istirahat kami singgah ke rumah adik kami Erman di simpang Keramat Kampung Baru, ngobrol ngobrol, banyak motor yang lewat, rupanya simpang Keramat sudah bertambah ramai. Menjelang Magrib kami pulang ke rumah Piyai lewat Kampong Tanjung, jalannya sudah diaspal dan bagus. Sesudah makam malam kami singgah ke rumah Makyak Jaw yang Alhamdulillah baru dapat cucu kedua. Hari Jum’at tanggal 22-APR-2011, pagi pagi saya dan Piyai jalan kaki dari rumah di Jarapel (Jalan Raya Peltim) depan kantor Demokrat menuju tempat peleburan timah, menyusuri jalan di pinggir pantai, terus melewati wash-ray atau tempat membasuh biji timah. Pasir yang sudah dicuci ditumpuk di lapangan kearah pantai. Pasir ini masih mengandung partikel mirip biji timah dan diambil oleh penambang TI, dipisahkan partikel tersebut untuk di oplos dengan biji timah sebelum dijual. Dari Wash-ray kami lanjut ke arah pantai Pait, melewati beberapa rumah penduduk dan berakhir di sebuah surau lalu balik kembali ke rumah. Selesai jalan pagi belanja sayur dan ikan di pasar Muntok, terus lanjut ke terminal Lama dekat Mesjid Jami’ rencananya mau cari Penganan Pelite dan sarapan dikedai kopi Bang Akhyar sayangnya Penganan Pelite sudah habis dan kedai kopi tutup hari libur Nasional. Akhirnya sarapan di Petak Limabelas, Tahu Kok, Nasi Goreng, Otak otak, Bacam Udang Kering dan Goreng Pisang. Hari ini rencananya akan ke Jebus, lihat lihat boneka dan mainan anak anak serta ke pantai Siungau.

Suasana Pasar Ikan Muntok. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Muntok Bangka, 22-APR-2011.
Suasana Pasar Ikan Muntok. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Muntok Bangka, 22-APR-2011.

Ikan Parang. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Muntok Bangka, 22-APR-2011.
Ikan Parang. Picture taken by Safri Ishak, Pasar Muntok Bangka, 22-APR-2011.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3