Mohon tunggu...
Mas AgungSachli
Mas AgungSachli Mohon Tunggu... Seorang pengusaha dan investor yang berdomisili di Jakarta

Lebih dari 2 dekade mengembangkan software akuntansi, tertarik mempelajari banyak hal yang berhubungan dengan bisnis dan personal development. Juga seorang investor pemula.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Pengusaha Vs Covid-19

2 April 2020   16:59 Diperbarui: 7 April 2020   14:15 61 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengusaha Vs Covid-19
Pengusaha vs Covid-19

Tantangan

Bila Anda adalah seorang pengusaha yang kebetulan bidang usahanya kena dampak langsung dari pandemi Covid-19, Anda pasti akan bingung dan bahkan mungkin khawatir.
Khawatir bagaimana cara membayar gaji karyawan, khawatir berapa lama bisnis Anda bisa bertahan, khawatir berapa lama wabah ini akan berlangsung.

Seorang pengusaha tentulah seorang pejuang. Menyerah tidak ada dalam kamus Anda. Bukankah karena Anda mempunyai ciri-ciri seperti itu yang membuat Anda memutuskan menjadi pengusaha?
Mari kita siasati situasi ini dengan strategis. 

Analisa Dengan Data

Agar Anda dapat mengambil keputusan dengan tepat, Anda tidak boleh emosional. Oleh sebab itu, Anda memerlukan data. Data ideal yang Anda perlukan adalah laporan keuangan. Bila Anda belum punya laporan keuangan, segera masukan ke dalam strtategi Anda untuk implementasi software akuntansi. Ada yang gratis kok.
Bila Anda belum punya laporan keuangan, gunakan data-data, baik hard copy maupun soft copy, yang bisa Anda kumpulkan.

Arus Kas Adalah Raja

Laporan keuangan pertama yang akan kita gunakan adalah laporan arus kas. Mengapa Laporan arus kas? Karena arus kas seperti aliran darah dalam tubuh Anda, yang kalau berhenti, langsung mati.
Dalam situasi seperti ini, Anda harus pandai-pandai mengatur arus kas. Perbanyak arus kas masuk dan kurangi arus kas keluar.

Laporan arus kas terdiri dari 3 bagian: arus kas dari operasional, dari pembiayaan dan dari investasi. Saya akan tunda membahas arus kas dari operasional di bawah.

Coba lihat arus kas dari pembiayaan / financing Anda. Apakah positif atau negatif. Angka ini menunjukan apakah ada uang yang masuk dari hutang bank atau keluar untuk bayar hutang. Bila ada arus kas keluar di sini dan itu memberatkan, coba Anda hubungi pihak bank. Lakukan negosiasi. Bila Anda datang terlebih dahulu ke mereka dengan itikad baik, tentunya mereka akan mencoba untuk membantu Anda. Bila ada cicilan tetap, coba usahakan untuk menurunkan besaran cicilannya, tentu saja dengan konsekuensi jangka waktu cicilan diperpanjang.

Bila ada aset tetap bisa dijual, silakan dijual. Mungkin dalam kondisi seperti sekarang ini tidak mudah untuk menjual aset, tidak ada salahnya untuk dicoba. Apalagi aset yang masih dalam masa cicilan. Kalau terjual, selain akan menambah arus kas, Anda juga bisa mengurangi jumlah cicilan.

Arus kas yang terakhir yang akan kita lihat adalah arus kas dari investasi.
Coba cek apakah arus kas Anda dari investasi positif atau negatif? Kalau negatif berarti selama ini perusahaan Anda rutin melakukan investasi. Kalau betul, coba cek apakah investasi tersebut bisa ditunda dulu?
Apakah ada arus kas positif dari investasi? Kalau belum ada, dan perusahaan Anda masih mempunyai cadangan kas, pertimbangkan untuk investasi bagi perusahaan Anda, agar ada arus kas positif dari sini.

Laporan Neraca

Tadi di bagian Atas saya menunda membahas arus kas operasional, karena akan saya bahas di sini. Tujuan kita menganalisa laporan neraca adalah untuk meningkatkan arus kas operasional. Untuk meningkatkan arus kas operasional, Anda harus perhatikan 3 hal.

Yang pertama adalah piutang. Coba cek neraca bagian aset sub bagian piutang dagang. Berapa angka yang bertengger di situ? Bila cukup besar, coba analisa lebih dalam. Keluarkan laporan buku pembantu piutang. Daftarkan piutang Anda dengan diurutkan dari yang paling besar dan paling tua. Lakukan apun yang perlu Anda lakukan agar piutang-piutang tersebut bisa ditagih. Satu sen yang berhasil Anda terima dari situ adalah 1 sen yang bisa Anda pakai untuk membayar gaji karyawan Anda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN