Mohon tunggu...
Ryo Kusumo
Ryo Kusumo Mohon Tunggu... Penulis - Profil Saya

Menulis dan Membaca http://ryokusumo.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Indomie, Mie Sedaap dan Strategi Baru Oposisi

20 Oktober 2018   11:13 Diperbarui: 20 Oktober 2018   19:14 2045
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Chef penjara asal Kanada, Andy K yang masuk penjara akibat penyelundupan narkoba, menyuguhkan mie instant goreng plus keju, daging Ham dan saus kacang di tengah-tengah kancah perkelahian para Napi. 

Polisi penjara menjadi ringan tugasnya, penjara pun damai. Bahkan di beberapa penjara Amerika, mie instan telah dianggap sebagai mata uang yang sah. Bertukar barang antara baju dengan mie instant saat ini sudah lazim dipenjara, bukan cuma dengan rokok.

Di Australia, Indomie dianggap menjadi makanan mewah penjara. 

Apalagi ketika Indomie membuka pabrik di Eropa, letaknya di kota Indjija, 80 km dari ibukota Serbia, Beograd. Dihadiri oleh Presiden Serbia Tomislav Nikolic yang didampingi sang walikota Vladimir Gak. Sungguh istimewa.

Itulah pabrik mie instant terbesar di Eropa, pasarannya konon Ratu Elizabeth hingga para Baron di Inggris. Tak terkecuali vokalis Blur, Damon Albarn.

Saya sendiri pernah mengalami ketika merantau ke luar, saya membawa Indomie sebagai bekal makan siang. Ketika dibuka, kawan saya yang asal Jerman mencium baunya, katanya "ini bau tidak sehat". Wah belum coba dia. Saya suruh coba, slurupp..matanya berbinar, yup kena dia!

Efek endorphine Indomie memang gila, hebat betul.

Jadi, terlaknatlah para orang tua dan penggiat kesehatan yang berkampanye bahwa Indomie dan mie instan lainnya harus di hindari, berlindung dibalik alasan tidak sehatnya zat pengawet dan bumbu micin yang bisa menghidupi jutaan orang di dunia.

Indomie bagi saya adalah memori keindahan. Lebih dari itu, Indomie dan mie instant lainnya telah menjelma sebagai rangkaian media kaum proletar dalam berbahagia. Ingat, bahagia. Cukup satu kata itu.

Jika dalam politik kalian tidak bisa membahagiakan semua pihak, maka janganlah kalian bertindak zholim terhadap satu-satunya hal di dunia dimana semua bisa berbahagia, dan berdamai. Apalagi memecah belah.

Jadi terlaknatlah pula anak Presiden bernama Kaesang yang bisa-bisanya memberikan statement meresahkan warga net, bahwa dia lebih menyukai Mie Sedaap ketimbang Indomie. Bukan apa-apa, tapi cukuplah negeri ini terpecah akibat dua pilihan Politik, jangan dibuat ngawur lagi dengan perpecahan mahzab Indomie atau Mie Sedaap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun