Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... ASN

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Pagi Telah Dikawinkan Matahari

18 Juli 2019   08:00 Diperbarui: 18 Juli 2019   08:01 0 17 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Pagi Telah Dikawinkan Matahari
Dokpri

Telah dicemari pantai dengan rindu beradu, hingga pasir putih cinta yang bercinta. Rindu terlarang, cinta terlarang telah menukik Camar menyambar kebahagian yang sesaat. Kita bukan Camar hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini saja, tapi ada masa paceklik yang mencekik. Bersaksilah kepada laut, tak akan mengulangi kesalahan disengaja yang berakhir dengan pembelaan diri, khilaf.

Jangan sampai dicemari laut, biarkan yang sudah terlajur pasir putih pantai dikotori dengan janji yang tak pernah terpenuhi. Biarkan kotoran itu kering tak pelu dibersihkan, agar tidak mengotori yang lain. Lihat, matahari telah terjalin melalui sinar yang terpancar hingga mengenai batin. Pagi dan matahari telah kawin.

Perkawinan pagi telah melahirkan keindahan melupakan kebencian. Perkawinan pagi yang telah melupakan pantai yang tercemari kemaksiatan. Perkawinan matahari telah meluluhkan dendam, hingga menghentikan pembalasan. Kita adalah keturunan matahari tak pendendam, mudah melupakan.

Sungailiat, 18 Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x