Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis kehidupan, Menghidupkan tulisan

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Malam Kemarau

16 Juli 2019   21:30 Diperbarui: 16 Juli 2019   21:32 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Bulan terang membayang dahan yang kehilangan daun karena kemarau. Kelebat kelelawar terbang ditengah lingkar bulat purnama. Pungguk masih bertahan di atas dahan kering yang hampir patah sesekali bersuara parau. Nelayan tua pulang tanpa tangkapan di bawah sinar purnama.

Purnama menyaksikan keprihatinan diantara derita alam yang berimbas kepada siksa nelayan. Malam terasa renta, walaupun belum begitu tua. Kemarau melalui malam mulai menyiksa sungai dalam kekeringan. Malam senyap tanpa bunyi jangkrik. Kemarau tak pernah dikritik.

Sungailiat, 16 Juli 2019

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun