Mohon tunggu...
Rudy Wiryadi
Rudy Wiryadi Mohon Tunggu... Akuntan - Apapun yang terjadi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mulai hari dengan bersemangat

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Merindu Kenangan Ngabuburit di Kota Kecil

3 April 2022   10:30 Diperbarui: 3 April 2022   10:37 645
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik


Entah mulai kapan ngabuburit menjadi makna khusus dan menjadi istilah yang sangat populer di seluruh Indonesia terkait munculnya bulan Ramadhan.

Sebagai seorang yang sejak kecil hingga dewasa bermukim di Jawa Barat, istilah ini memang sudah tidak asing lagi muncul di kala bulan puasa.

Orang-orang di sekitar saya sering terdengar mengajak teman-temannya "Ngabuburit yu..." Yang artinya "ayo kita ngabuburit".

Ngabuburit dalam bahasa Sunda berarti menghabiskan waktu sembari menunggu sore hingga pada saatnya buka puasa.

"Burit" artinya sore. Sedangkan "nga" berarti melewatkan waktu.

Namun sesudah dewasa ternyata istilah ngabuburit itu sudah populer ke seluruh pelosok Nusantara. Dengan makna yang sama.

Bangga sebagai orang Sunda bahasanya dipakai di seluruh Indonesia?

Di saat itu anak-anak kecil di sekitar daerah saya ada yang main layangan, main kelereng, atau jalan-jalan untuk menunggu waktu sore itu.

Lantaran menunggu waktu sore ini ada juga istilahnya di beberapa daerah di Indonesia. Seperti misalnya di daerah Minangkabau menanti waktu sore untuk berbuka puasa itu disebut dengan "malengah puaso". Mengalihkan rasa lapar dan haus dengan melakukan kegiatan.

Melansir kumparan.com istilah ngabuburit yang lahir di wilayah Parahyangan itu menyebar dan mulai populer ke daerah lainnya di Indonesia sebelum tahun 1990-an.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun