Mohon tunggu...
Roy Oktoryanto
Roy Oktoryanto Mohon Tunggu... Penulis

Izinkan aku mengejamu pada syair abstrak walau kau masih jauh dipeluk angan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi || Pisah Paling Sengaja

7 Juni 2020   21:55 Diperbarui: 7 Juni 2020   22:05 66 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi || Pisah Paling Sengaja
1590334734046-5edd022f097f3637d518f515.jpg

 

Gadis ...

     Kau hidangkan cinta dengan senyum durhaka di wajah buta,
Isyaratkan mekar bersama bunga-bunga sedang taman kering,
Kau pamitkan pisah dengan payah lebih parah,
Saat hati sedang nyaman niatkan kau tinggal lebih lama, 


     Harusnya dari awal aku percaya,
Ketakutan perihal cinta sebatas singgah itu benar,
Namun ragu dipatahkan karena tutur polos yang ramah,
Hingga ku izinkan kau menetap pada yakin yang tepat,

     Lalu tiba-tiba kau bilang nyaman sudah hilang ?
Perihal apa dekapan erat di kamar gelap,
Sedang ini raga meminta melepas ?
Jangan datang kalau tinggal hanya sebatas singgah,
Karena aku bukan rumah dengan atap bolong meminta dilengkapi,

Gadis ...

Jika pisah ini mampukan hati mu lebih baik,
Akan ku lepaskan dengan keputusan paling munafik,
Agar kopi pekat pada gelas durhaka di awal pagi,
Tak akan membawa ku pada kenangan pahit,
Untuk mengenal mu sebagai bual kelam,

Pergilah,
 Hati izinkan langkah mu dengan iklas paling tulus,
Semoga ranting yang patah ini, semesta tak izinkan kau menikmatinya,
Jika kelak kau di patahkan dengan satu omong kosong,
Aku harap, kau tak sedang mengenang aku,
Sampai bertemu, andaikan itu sempat,

Gadis ...
Ku bekalkan sebuah bingkisan cinta rasa rapuh pada tujuh kata;
M-U-N-A-F-I-K

                                                                  _Denpasar, 19 Mei

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x