Mohon tunggu...
Surobledhek
Surobledhek Mohon Tunggu... Guru - Cukup ini saja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Memberi tak harap kembali

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerbung | Back Street, Korban Pembunuhan (1)

31 Januari 2020   19:49 Diperbarui: 1 Februari 2020   13:54 334
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Orang tua Anda ada?"

"Lagi ke luar kota. Memangnya ada apa, Pak."

"Kami ingin menjemput anda, ke kantor polisi. Mau minta keterangan. Ini surat perintahnya."

Dimas kaget tak terkira. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku disuruh ke kantor polisi, pikir Dimas dalam hati. Mengapa tiba-tiba ada tiga polisi datang ke rumahnya? Salahnya apa? Apakah ini sebuah penangkapan? Tentang apa ini?

"Ayo, Mas. Kita sedang terburu-buru."

"Boleh saya ganti baju, Pak?"

"Gak usah. Sebentar saja kok. Mari kita berangkat."

Bahu Dimas diraih oleh salah seorang polisi. Dimas pasrah mengikuti. Bahkan pintu pun tak sempat ia kunci. Tak rerpikir olehnya membawa gawai atau perlengkapan lainnya. Pikirannya kosong.

+++++

Tadi pagi di Gang Rumpun telah terjadi kegemparan. Ditemukan seorang mayat perempuan di sebuah rumah kosong. Mayat Tiwi. Sepertinya korban pembunuhan disertai perkosaan.

Beberapa polisi mengevakuasi korban setelah mendapat laporan ketua RT. Saat ini mayat masih berada di rumah sakit untuk dipalakukan otopsi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun