Ronald Wan
Ronald Wan Trader and Freelancer

@Pseudonym | Love to Read | Try to Write

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menjadi Atasan yang Baik Itu Berat!

17 April 2018   12:18 Diperbarui: 17 April 2018   14:44 510 31 19
Menjadi Atasan yang Baik Itu Berat!
Sumber: https://www.kbennettlaw.com


If you trust employees, you will not micromanage them.

If you care about employees, you will show them empathy.

 If you respect employees, you will not intrude on their personal time by asking them to work late or contact them after hours.

 If you appreciate employees, you will value their contributions.

Brigette Hyacinth

Di dunia kerja, seringkali kita mengeluh tentang atasan kita. Walaupun jika kita berada dalam posisi mereka, bukan tidak jarang kita juga menjalankan hal yang sama dengan apa yang kita keluhkan.

Brigette Hyacinth seorang penulis buku The Future of Leadership : Rise of Automation and Artificial Intelligence, menulis 4 hal yang saya tuliskan di atas dalam sebuah artikel di Linkedin. Merupakan beberapa tips agar bawahan kita betah dan loyal bekerja dengan kita.

Mari kita bahas satu persatu:

If you trust employees, you will not micromanage them.

Kadangkala kita sebagai atasan tidak sadar bahwa kita melakukan micro managing.Artinya setiap pekerjaan bawahan kita atur sampai hal yang sekecil-kecilnya.

Seringkali hal ini terjadi karena selera kita yang berbeda atau mungkin cara pandang kita terhadap masalah berbeda dengan bawahan.

Kebiasaan mengatur ini tidak salah, jika bawahan kita adalah seorang yang baru mulai bekerja. Atau baru masuk ke dalam perusahaan tempat kita bekerja.

Semakin lama, seharusnya kita sudah bisa memberikan kepercayaan bahwa bawahan kita bisa melakukannya, dengan cara mereka sendiri. Bukan dengan cara kerja kita.

Memberikan kepercayaan akan bisa mengembangkan bawahan kita. Sesekali salah pun merupakan bagian dari pembelajaran. Berikan tugas, percayakan bawahan untuk mencari jalan keluar dan awasi dari jauh.

Pengawasan dari jauh tetap perlu agar tidak terjadi kesalahan fatal.

Bawahan yang berkembang akan memudahkan pekerjaan kita sebagai atasan.

If you care about employees, you will show them empathy.

Manusia bukanlah robot yang bisa bekerja terus menerus asal diberikan tenaga listrik dan perawatan yang baik.

Ada kalanya manusia memiliki masalah juga di luar pekerjaan. Masalah yang terkadang bisa mempengaruhi hasil kerja. Masalah di dalam pekerjaan juga bisa terjadi.

Sebagai atasan, kita perlu sensitif dan menunjukkan empati jika hal ini terjadi. Empati yang bisa menunjukkan perhatian dan ini seringkali bisa memberikan efek yang jauh lebih besar dibandingkan hanya materi.

If you respect employees, you will not intrude on their personal time by asking them to work late or contact them after hours.

Di zaman digital, hal ini sangat mudah terjadi. Kapan saja kita bisa mengirimkan email ataupun chat melalui aplikasi.

Terkadang sebagai karyawan zaman digital, perasaan bahwa kita bekerja 24 jam sering kali terjadi. Karena kantor tidak habis-habisnya menghubungi kita.

Lembur, jika diperlukan saya pikir dengan menanyakan baik-baik dan jika kita sudah dianggap sebagai atasan yang baik. Mudah untuk meminta bawahan untuk bekerja lembur. Tentunya bukan juga setiap hari atau dengan paksaan.

If you appreciate employees, you will value their contributions.

Bawahan juga perlu pengakuan dan penghargaan atas pekerjaan yang mereka lakukan. Atas prestasi yang mereka buat.

Janganlah sebagai atasan kita mengakui semua prestasi adalah milik kita. Berikan kredit kepada bawahan,  sehingga atasan kita juga tahu bahwa kita memiliki bawahan yang berprestasi.

Juga perlu memberikan pujian dan penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik.

**************

Atasan yang baik bisa membuat karyawan betah untuk bekerja di sebuah perusahaan. Walaupun dengan gaji yang kalah besar jika dibandingkan dengan usaha yang sejenis.

Bagaimana menurut Anda?



Salam

Hanya Sekadar Berbagi