Travel

Tour de Bromo, dari Solo ke Puncak Bromo

17 Mei 2018   14:08 Diperbarui: 17 Mei 2018   14:19 1564 2 2
Tour de Bromo, dari Solo ke Puncak Bromo
foto pribadi

Keinginan untuk tour bersepeda motor ke gunung Bromo pada akhirnya terlaksana, inilah perjalanan terkeren dan terkesan-sampai saat aku tulis-buat pribadi.

Gunung Bromo, sebuah wisata alam melegenda dan mendunia. Dengan view OK membuatnya menjadi jujukan wajib kaum pelintas alam penikmat wisata.

Wilayah tersebut bisa dimasuki dari 4 pintu resmi yang dikelola oleh pemerintah kab. Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Malang.

Menjelajahi Bromo sebenarnya sudah lama menjadi agenda unggulanku dan tertulis niscaya-belum pernah aku delete. Kok baru terurai di 2017? Permasalahannya, mencari yang pas. Pas disini bisa berarti pas waktunya, pas moodnya dan yang tidak kalah penting pas kumpul duitnya...he...he...he....

Sebenarnya ada wacana mau berangkat sendiri, tapi putaran takdir menuntun pada jalan yang lain.

Sebuah ajakan dari kawan muda berasal dari kampung 'G' langsung saja aku cover agar terealisasi. OK- aku meng-iya-kan.

Mulanya, perjalanan tersebut dijadwalkan awal januari 2017. Namun, karena sesuatu hal akhirnya di fix kan tgl. 14 Februari 2017. Dan ndilalah tgl esoknya-15 Feb.-sesuai pengumuman pemerintah diliburkan karena bertepatan dengan pilkada serentak.

Karena ini perjalanan jarak menengah maka aku persiapkan beberapa point penting. Diantaranya,

- Motor tunggangan. Namanya touring sudah jelas harus menjadikan motornya yakin untuk dinaiki selama tempuh.

Ada sedikit kegamangan ketika Honda Supra Fit 2006 aku pilih menjadi tunggangan menuju Bromo. Disebabkan rekam jejaknya tidak aku ketahui banyak.

Ini motor aku beli dari kakakku(kakakku mendapatkan dari temannya) yang usaha dagangnya terhenti.

Dari selentingan cerita, motor ini telah dipurnatugaskan. Karena munculnya motor baru yg hadir dikeluarga itu.

Mungkin, daripada tersia-sia dan terlunta lunta tidak diperhatikan, maka lebih baik dipindahtangankan.

Servis dengan pergantian olie dilakukan. Mekaniknya ketika tap olie kali pertama terperangah melihat ujudnya yg hitam stadium 4. Sudah berabad-abad belum di tap....?

3 X servis dilakukan pre touring.

Untuk memantapkan keyakinan jika motor layak diajak tour aku uji ke kawasan dengan tanjakan: Selo(transit para pendaki sebelum naik ke gunung Merbabu atau Merapi)kab.Boyolali-Jawa Tengah dan Cemoro Sewu(titik kumpul para pendaki sebelum naik gunung Lawu)kab.Magetan-Jawa Timur. Kedua medan dilibas Suprit tanpa halangan berarti. Siip!

- Nyali. Paling penting dari semuanya.

- Duit. Penting nomer selanjutnya setelah 'Nyali'. Emang kamu demit yg tidak butuh duit?

Akhirnya, Selasa pagi 14 Februari 2017 jam 10.00 wib dengan diawali 'bismillahirrohmanirrohiim' Honda CBR150 dan Suprit 100 NL membelah lautan jalan Surakarta. Kearah Timur menuju tawangmangu-Karanganyar.

Rute yang aku ajukan adalah Solo-Karanganyar(tawangmangu)-Magetan(Sarangan)-Madiun-Nganjuk-Kediri-Malang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9