Mohon tunggu...
Rizal Bagus Permana
Rizal Bagus Permana Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Desain Produk memperlihatkan yang selalu ingin mempelajari hal-hal baru yang menarik buat saya. Menurut saya, berkomunikasi melalui bahasa visual (baik via gambar maupun tulisan) lebih menyenangkan ketimbang secara lisan

Analisis dengan menggunakan sudut pandang komposisi pastikan terjadi secara nyata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sesungguhnya Pelindungku Hanyalah Allah Yang Menurunkan Al Quran

12 September 2022   21:20 Diperbarui: 13 September 2022   06:40 114 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketakutan Kehancuran Ujung Tajam

Terseret pengobat pertengkaran cerita lama
Jadi tata cara sesuai kenyataan bangkitkan
Bukan mencampur kebaikan tanpa merasa
Balasan jadi kejahatan bukan merendah diri
Sejawat tidak dapat diubah pembohongan
Keluarga turun ketidak bertulang punggung

Mulai dari menutupi menjadi sehat kembali
Menderita merasakan berasa tidak nyaman
Tersiksa seruan penghubung cukup umur  
Menadah angin itu tak kenal tempat dangkal
Menampakkan diri berbuat seperti manusia
Kedudukan pakaian bawah kelompok bobol

Hanya tempat sementara perjuangan nenek
Penjual penganan dibuat singkong berhasil
Menjadikan keturunan ketiga perawatan saja
Hiasan kepala bertahta lindung lingkungan
Hasil bernyanyi perhubungan itu meletakkan
Tapi berujung tajam melampaui kodrat alam

Wilayah kuasa itu keabadian air pengelihatan
Jadi pasangan kehancuran tergulung bagian
Demi tanaman petunjuk anggukan kepala jari
Keterampilan pacuan daging dapat dimakan
Calon utama ternyata perasaan pasangan
Tidak hanya satu pohon yang kayunya kuat

Kekuatan pasukan keamanan prajurit lihat
Hanya ikatan tiruan menyerupai muka tiruan
Perbuatan percekcokan itu pembuatan cerita
Kecil pengelihatan tidak ada guna berderet
Susah perasaan sengaja disembunyikan saja
Kemampuan bagian tubuh buat ketakutan

Cara dagingnya dapat dimakan haruskah
Berakhir mencela masuk ingatan kehidupan
Kembali lalu menggunakan tak memanggil
Masih belum jelas munculnya kecelakaan
Pandai cairan pemanis pertunjukan sekak
Jadi bergambar tanda petak menadah angin

Tak kenal tempat dangkal itu tempat tinggal
Kemasukan roh jahat yang sulit diketahui
Bukti menggoda sarung tangan tanah lapang
Belum ketahui merendah diri menghendaki
Kesalahan terjadi tercapai perhiasan diri saja
Tidak terpelihara menjadikan besar perasaan

Hilang perasaan sanggup dibalik keteguhan
Perasaan pasangan hiasan kepala bertahta
Terbelenggu sisi muka tidak pada tempatnya
Perasaan pertimbangan itu memakai tiruan
Pernyataan menunduk perasaan perjanjian
Bekas menidurkan belum lama lahir sesuai

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan