Mohon tunggu...
Rizal Bagus Permana
Rizal Bagus Permana Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Saya Alumni Mahasiswa Desain Produk ITATS tahun 2016. Saya selalu ingin mempelajari hal-hal baru yang menarik buat saya. Menurut saya, berkomunikasi melalui bahasa visual (baik via gambar maupun tulisan) lebih menyenangkan ketimbang secara lisan

Analisis dengan menggunakan sudut pandang ilmu fotografi yang didapakan dari khidmah selama ini

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pemandangan Mengerikan Berada Kehidupan Alam Kubur

8 Agustus 2022   22:20 Diperbarui: 8 Agustus 2022   23:12 75 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bayangan Kakek Dicerminkan Kehidupan

Ketika berhadapan adanya hidup itu pilihan
Meskipun tidak sesuai dengan kenyataan
Harapan pencapaian itu kesempurnaan saja
Tapi mewujudkan perlu seluruh rangkaian
Coba hidup manfaatkan barang apa adanya
Juga membuang tenang secukupnya saja

Biasa gabungkan elemen lain di kehidupan
Kadang menarik suatu jarang ada terjadi
Jika merasakan kekurangan barang dagang
Kemungkinan perlu melakukan pembaruan
Sangat tidak baik hadapi uji coba pertama
Sering dijalani menjadi lebih mudah ternyata

Ngomongin kebiasaan menangkap gambar
Cermat mempertahankan juga dihilangkan
Kebetulan gulungan meruncing pada kelopak
Lorong masih belum jelas sudah kebanyakan
Tindakan menakuti biasa tanpa kebenaran
Terbiasa menikmati saja aturan diperjalanan

Jangan biasakan lemparan yang merugikan
Permohonan biasa mendatangkan kebaikan
Tersirat mampu gerakan kembali lebih kuat
Jangan siakan kesempatan bawa keadaan
Kepandaian dalam hak perasaan disamakan
Kehidupan malam wabah yang berjangkit

Mari serempak sisa pembakaran menyala
Menyamar menjadi mengajar orang tua saja
Pengumpul barang bekas hasil mendapat
Pelajaran anaknya menjadi sarjana teknik
Pandai mesin kekayaan tempat keadilan
Diciptakan belum biasa mengangkat anak

Belum diketahui permaisuri tiruan digerakan
Rumah makan dihantui barang dagangan
Dapat pertama kendaraan darat keaktifan
Memasak berbentuk tanaman pertengkaran
Jangan kesulitan menjadi angan perlombaan
Menjadi pujaan cari masuk akal perasaan

Mungkin yang dijadikan korban pasangan
Terdapat nyanyian pantulan sinar matahari
Bangkit angan buruk kekayaan keterangan
Keyakinan belum terlihat buku pasangan
Terjerat pertandingan banyak akal buruk
Perasaan yang disukai air mata perpisahan

Ketertiban sengaja disembunyikan selalu
Bukan merasa kenyang lalu siap melakukan
Pertandingan diperbatasan daratan tali halus
Kurang berawan paling utama kesalehan
Hidup pasrah kepada kehendak kepercayaan
Bermuka dua merasa bukan pasangan hidup

Kurang senang jangan kesulitan jadi angan
Penjaga pegang teguh tidak ada tandingan
Jangan dibandingkan menghadapi serangan
Uji coba musuh rupanya jadi sarang tikus
Pertunjukan memainkan mengelabuhi mata
Kekuatan jagoan nenek penjaga keluarga

Jadi pelabuhan tidak berawan pertandingan
Mulai membela kebenaran sesuai kebutuhan
Menadah angin tak kenal tempat dangkal
Tepi sungai jadi cerita sangat buruk warisan
Terbang permintaan dijadikan tiruan barang
Berhadapan cermin menjerti menangkap roh

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan