Mohon tunggu...
Rifky Safwan Ramadhan
Rifky Safwan Ramadhan Mohon Tunggu... Penulis - Perencanaan Wilayah dan Kota ITK 2019

Institut Teknologi Kalimantan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Urbanisasi Kota Balikpapan: Tantangan Pemindahan Ibu Kota Negara Baru

11 Mei 2020   23:42 Diperbarui: 31 Maret 2021   15:07 1567
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dikarenakan persaingan yang begitu ketat untuk mendapat pekerjaan yang layak di Kota Balikpapan nantinya maka banyak penduduk akan memilih lembaga penddikan yang berkualitas.

Dari hal ini tentu juga akan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang ada di Balikpapan dan dapat bersaing dengan masyarakat kota besar lainnya. Namun urbanisasi ini juga dapat menimbulkan berbagai macam masalah apabila tidak ada pengendalian di dalamnya.

Tentunya hal ini yang ditakutkan Indonesia terkait pemindahan IKN baru dengan meningkatnya jumlah penduduk yang ada namun tidak diikuti dengan pengembangan SDA yang memadai.

Adanya urbanisasi ini telah menimbulkan berbagai masalah di Indonesia. Urbanisasi ini tidak hanya menimbulkan permasalah pada kota yang ditinggalkan namun juga menimbulkan masalah pada kota yang di tuju. Seperti halnya Kota Balikpapan sebagai kota tujuan urbanisasi.

Dengan meningkatnya urbanisasi di Balikpapan maka akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti : meningkatnya angka kemiskinan, kriminalitas, tingkat pengangguran yang tinggi, penggunaan lahan yang tidak memadai, kemacetan yang semakin meningkat dan banyak permasalahan lainnya.

Hal inilah yang akan menjadi tantangan bagi Kota Balikpapan dengan meningkatnya urbanisasi akibat pemindahan IKN baru ke Kaltim. Kota Balikpapan diharapkan dapat mengatasi segala permasalah terkait lonjakan penduduk nantinya.

Dengan urbanisasi yang terjadi di Balikpapan akibat pemindahan IKN Baru tentunya akan menimbulkan berbagai pertanyaan. Pertanyaan terbesar ialah bagaimana cara Kota Balikpapan menghadapi urbanisasi agar tidak memberikan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif dan juga potensi yang ada pada Kota Balikpapan. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam menangani hal tersebut.

  • Dalam skala nasional, pemerintah Indonesia dapat melakukan pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Pemerataan dapat dilakukan pada penyediaan fasilitas kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan juga penyediaan fasilitas lainnya yang sama antara desa dan kota. Karena salah satu alasan utama melakukan urbanisasi ialah kurangnya fasilitas yang ada di desa. Sehingga penduduk daerah lain tertarik menuju kota yang fasilitasnya lebih memadai.
  • Dalam skala kota, pemerintah kota dapat melakukan pengembagan yang merata pada daerah perbatasan sehingga masyarakat tidak menumpuk pada pusat kota.
  • Menciptakan lapangan pekerjaan pada dan memberikan edukasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dari hal ini diharapkan juga dapat menekan angka kriminalitas yang tinggi akibat banyak nya jumlah pengangguran yang ada.
  • Memaksimalkan layanan angkutan kota baik di dalam kota ataupun antar kota sehingga mengurangi kemacetan.
  • Membangun wilayah rumah susun untuk mengatasi masyarakat yang tidak sesuai aturan dan hendak dipindahkan ke wilayah yang lebih layak huni.
  • Menjalin kerja sama dalam pengembangan berbagai sektor dengan kota-kota terdekat ataupun kota lainnya untuk menjadikam kota Balikpapan sebagai penyangga IKN Baru dan pintu masuk Kaltim.
  • Pemerintah juga harus melancarkan usaha-usaha untuk mengembangkan basis perekonomian di pedesaan dan juga melakukan pemberdayaan terhadap potensi desa sehingga mengurangi terjadinya migrasi dari desa ke kota. Karena alasan ekonomilah banyak masyarakat yang bermigrasi dari desa ke kota besar. Jika program ini diharapkan dapat menjadi penyelesaian jangka panjang terhadap masalah migrasi desa-kota yang tinggi.
  • Memberikan penyuluhan terkait program pemerintah seperti Keluarga Berencana (KB) untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Tumbuhnya Wilayah Metropolitan: Menuju Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan. Dikutip dari World Bank.org pada tanggal 15 April 2020:

Anonim. 2019. 2019,Penduduk Balikpapan Capai 667 Ribu Jiwa: Rata-rata Kenaikan 2,1 Persen Pertahun. Dikutip dari Balikpapan Prokal.co pada tanggal 19 April 2020:

Badan Pusat Statistik. 2010. Sensus Penduduk 2010. Jakarta: BPS Pusat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun