Mohon tunggu...
Rifki Feriandi
Rifki Feriandi Mohon Tunggu... Relawan - Open minded, easy going,

telat daki.... telat jalan-jalan.... tapi enjoy the life sajah...

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

10 Destinasi Wajib Kunjung di Pulau Samosir

15 November 2021   18:54 Diperbarui: 15 November 2021   18:57 1243
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

9. Pasar Tomok

Pasar Tomok di pagi hari | dokpri
Pasar Tomok di pagi hari | dokpri

Pasar Tomok disimpan di nomor akhir karena mayoritas wisatawan yang datang ke Pulau Samosir pasti akan menyinggahinya. Iya, Pasar Wisata Tomok itu persis berada di jalur keluar dari Pelabuhan Tomok. Kapal yang saya tumpangi dari Ajibata, Parapat, berlabuh di sini. 

Pasar ini menjual berbagai pernak-pernik oleh-oleh khas Toba. Keluar dari area Pelabuhan, kita akan bertemu jalan raya dengan deretan warung dan restoran serta toko. 

Di sini, saya sempatkan dulu makan pagi di restoran muslim. Menyeberangi jalan kita bisa masuk lagi ke jalan dengan lebar yang sama yang juga menjual pernak-pernik oleh-oleh. 

Jalan atau gang pasar itu mengarah ke Obyek Wisata Sigale-gale. Yang menarik dari Pasar Wisata Tomok itu adalah harganya. Murah-murah sih menurut saya. Namun demikian, saya pikir Pasar Tomor harus direnovasi sehingga lebih menarik.

10. Pertunjukan Tari Patung Sigale-gale


Papan pengumuman | dokpri
Papan pengumuman | dokpri
Sebenarnya lokasi wisata ini mungkin yang paling dikenal dan dicari. Apalagi lokasinya sangat dekat dengan Pasar dan Pelabuhan Tomok. Namun, saya menaruhnya di list terakhir dengan berbagai pertimbangan logis: saya mengunjunginya di ujung perjalanan. 

Jadinya, saya sudah memiliki standar dari kunjungan ke beberapa tempat wisata sejenisnya. Jika ingin melihat keunikan rumah adat, saya lebih memilih mengunjungi Kampung Ulos atau Huta Siallagan. 

Rumah adat di Kampung Ulos lebih rapih, lebih tertata meski rumahnya dihuni penduduk keseharian. Sementara rumah adat di Huta Siallagan lebih baru meski memang ditujukan sebagai contoh dan belum tentu dihuni.  

Sementara itu, saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan pertunjukan tari patung sigale-gale. Sederhana saja alasannya. Saya lihat tarif menontonnya per-orang cukup tinggi buat saya yang sedang backpackeran. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun