Mohon tunggu...
Rifan Nazhip
Rifan Nazhip Mohon Tunggu... Penulis - Menebus bait

Karyawan swasta dan penulis. Menulis sejak 1989 sampai sekarang

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Cinta Seorang Barista

15 November 2019   17:09 Diperbarui: 15 November 2019   17:09 355
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber ilustrasi : pixabay

Saat itulah kau datang dengan histeris. Ayahmu yang berada di dalam mobil mewah, mencoba mengejar. Tapi seiring tubuhku meluncur ke sungai, kau juga ikut terbang seperti merpati. Saat itulah aku tidak ingat apa-apa lagi.

Kau tahu, ketika aku tersadar, mungkin beberapa hari kemudian, aku telah berada di sebuah rumah kecil. Seorang lelaki mengobati lukaku.  Katanya, dia menemukan tubuhku yang penuh luka, terdampar di pinggir sungai.

"Tanggal berapa ini?" tanyaku terbata. Dia menyebutkan sebaris angka. Kepalaku tiba-tiba pening.

Saat aku terbangun, seorang ibu langsung memberiku segelas susu. Lelaki itu---mungkin suaminya---entah kenapa menjerit. Tapi dia kemudian berkata kepada istrinya, berita koran yang dia baca, mengatakan putri walikota terjatuh ke sungai.

"Masih hidupkah?" selaku. Aku berusaha duduk. Tapi aku tak bisa. Luka di pinggangku amat perih.

"Ya, katanya sekitar sejam. Sempat dilarikan ke rumah sakit. Tapi tak lama kemudian, dia tinggal nama."

Aku mendadak pingsan. Terdengar suara histeris si ibu dan lelaki itu.

***

Hujan semakin membesar. Malam semakin buta. Aku rapatkan semua pintu dan jendela. Satu demi satu  kunyalakan lampu. Kemudian mendekatimu yang mungkin kedinginan.

"Sudah mulai malam. Kau istirahat, ya!" ucapku sambil menggendongmu

Kau kumasukkan ke lemari. Mengecup pipimu pelan. Kau terlihat cantik, apalagi sedang terpejam. "Selamat tidur, Manekin Sayang!" Aku juga lelah dan ingin istirahat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun