Mohon tunggu...
Reza Muhammad Nashir
Reza Muhammad Nashir Mohon Tunggu...

S1 Program Studi Ilmu Pemerintahan 2015 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Politik

Reorientasi Arah Gerak Komisariat sebagai Upaya Mewujudkan Tujuan HMI

20 Februari 2019   01:46 Diperbarui: 20 Februari 2019   02:07 0 0 0 Mohon Tunggu...

A. Latar Belakang

Suatu organisasi berdiri memiliki sejarah latar belakang yang berbeda satu sama yang lain. Perbedaan itu yang menimbulkan perbedaan ciri maupun karakteristik organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Perbedaan tersebut yang membuat akar sejarah suatu organisasi untuk bisa tetap hidup dalam menjawab tantangan zaman yang seiring dengan bertambahnya waktu tantangan tersebut bisa berubah-ubah.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi Islam, lahir di era pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947, seiring dengan agama Islam merupakan Agama Perjuangan, yang mengilhami berdirinya HMI. Situasi Negara Republik Indonesia yang saat itu masih berumur dua tahun, baru lepas dari belenggu penjajahan selama 350 tahun ingin mempertahankan kemerdekaan itu. 

Situasi umat Islam Indonesia, situasi dunia Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan merupakan latar belakang berdirinya organisasi ini dengan tujuan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan untuk masyarakat Islam (Sitompul, 2008:1).

Suatu organisasi didirikan selain karena memiliki latar belakang tertentu juga memiliki tujuan kedepan yang ingin dicapai. HMI yang berdiri di pasca kemerdekaan, dimana situasi bangsa saat itu yang masih genting untuk mempertahankan kemerdekaannya memiliki tujuan yang telah diputuskan oleh Kongres HMI I di Yogyakarta bulan November 1947 yaitu:

  • Mempertegak dan mengembangkan agama Islam
  • Mempertinggi derajat rakyat dan Negara Republik Indonesia

Dari formulasi Tujuan HMI itu, Nampak bahwa yang dijadikan objek dan fokus  adalah agama, rakyat, dan negara (Moerdiono dkk, 1990: 22)

Kemudian dengan seiring berjalannya HMI dan tentunya tantangan zaman yang berubah menuntut HMI melakukan kajian kembali tujuan organisasinya. Maka di Kongres ke-9 HMI di Malang tahun 1969, telah berhasil merumuskan gambaran insan  cita HMI untuk menjelaskan tujuan HMI. 

Gambaran dari insan cita itu yang tercantum dalam pasal 5 AD HMI mempunyai lima kualitas insan cita disertai 17 indikatornya. 

Kemudian pada kongres ke-10 HMI di Palembang pada tahun 1971 berhasil diputuskan satu rumusan tentang "Tafsir Tujuan HMI" yang merupakan penyempurnaan dari Gambaran Insan CIta HMI pada kongres sebelumnya (Solichin, 2010: 33-34).

Berdasar faktor tersebut, HMI telah menetapkan tujuan organisasinya dalam Pasal 5 Anggaran Dasar (AD) HMI yang berbunyi: "Terbinanya insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT." ( (Arifin, Fauzi, & Hakim, 2015:135).

Rumusan tersebut yang menegaskan bahwa pada hakikatnya HMI bukanlah organisasi massa dalam pengertian fisik dan kuantitatif, tetapi HMI merupakan organisasi yang berorientasi pada pengembangan intelektual kader untuk ditransformasikan kedalam kehidupan masyarakat dengan cara-cara perjuangan yang efektif dan benar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10