Mohon tunggu...
Rd AdamJayamanggala
Rd AdamJayamanggala Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

Lebih baik mencoba untuk gagal daripada gagal untuk mencoba.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Api Semangat

24 Februari 2021   09:42 Diperbarui: 24 Februari 2021   09:58 224
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS


"Ini, aku tidak sengaja menendang polisi tidur."

Jawabku sambil berusaha membuka sepatu
Sejenak aku istirahat dan membuka sepatuku. Ternyata kuku ku berubah warna menjadi ungu. Kalau kata orang tuaku yang begitu namanya getih wuwungan. Kurasakan memang sakit tetapi aku masih bisa berdiri. Panitia pun menanyakan apakah masih bisa lanjut atau sudah saja. Dan aku memutuskan untuk lanjut. Perjuangan itu memang lahir dari keringat, luka dan air mata. Dan aku akan menghadapi semua itu.
Putaran ketiga pun dimulai. Aku mulai berlari secepat yang aku bisa, tetapi kali ini gerakanku melambat karena salah satu kakiku cedera. Dan akhirnya seluruh kegiatan hari itu selesai dan berakhir. Seluruh peserta dipersilakan untuk pulang.


Sesampainya di rumah, aku langsung menaruh tas ku dan beristirahat di teras rumah. Semilir angin yang menyejukkan tubuh memang sangat segar kurasakan. Dan suara aliran air dari sumur pun sangat menenangkan pikiran. Aku bercerita kepada ibuku, apa saja yang telah kulalui hari ini.
Seminggu kemudian, pengumuman tentang seleksi Binlat Supervisi di Purwakarta di umumkan. Momen inilah yang menjadi penentu bagi peserta apakah peserta lanjut atau tidak. 

Persiapan kali ini sangat banyak hingga aku harus menghadapi panas dan hujan untuk mengumpulkan perlengkapan yang harus dibawa. Aku terus berlatih dan berdoa agar saat seleksi di Purwakarta ini, aku mendapatkan yang terbaik.


Pagi itu, di hari yang cerah, langit yang sangat biru dihiasi oleh awan-awan kecil. Tepat pukul 06.30. Aku dan Peserta binlat lainnya berkumpul di polres dan pergi ke Purwakarta menggunakan bus. Kami melewati jalan tol Cipularang. Sepanjang jalan, gunung, sungai dan jembatan kereta menjadi pemandangan yang indah. Diiringi lagu manuk dadali yang diputar dalam Bus. Sangat cocok untuk membuat peserta tidak gugup untuk menghadapi seleksi.


Setibanya di Purwakarta. Kami di pertemukan dengan peserta dari polres lain. Di sana kami diseleksi secara bergantian per polres masing-masing. Kebetulan, rombongan peserta dari polresku mendapatkan giliran terakhir.


Akhirnya giliran polres kami pun tiba. Perasaan gugup selalu mengiringi dalam setiap langkahku. Namun aku ingat pesan ibu, aku harus tenang dan banyak berdoa. Tes demi tes telah kulalui, rasa campur aduk kala itu benar-benar terasa. Pengumuman hasil dari acara tersebut akan diumumkan seminggu kemudian.


Seminggu Kemudian, tibalah saat pengumuman hasil dari seleksi binlat supervisi di purwakarta. Dan saat kulihat daftar yang lolos. Namaku tidak ada disitu. Aku dinyatakan gagal dan tidak bisa mengikuti binlat selanjutnya. Perasaan kecewa dan sedih sangat terasa saat itu. Api semangatku perlahan meredup. Ibu dan bapakku yang mengetahui aku gagal, mereka terus menyemangatiku dengan kata-kata yang indah "Gapapa Ga, kegagalan itu akan selalu ada. Tapi kita harus bangkit dari kegagalan itu. Jatuh, bangkit lagi." Kata Ayahku.


Kegagalan kala itu, memang membuatku kecewa dan hampir mematikan api semangatku. Aku yang berkeinginan tinggi menjadi seorang polisi. Harus gagal dalam bimbingan ini. Rasanya makan pun tak sedap, tidur pun tak nyenyak.


Tetapi, kala itu aku ingat. Pendaftaran untuk menjadi polisi bukan kemarin, kemarin hanya seleksi untuk Menjadi siswa bimbingan calon polri. Pada bulan maret tahun depan lah, penerimaan anggota polri yang sebenarnya. Orang Tua, Saudara dan Teman-temanku tak henti-hentinya memberikanku semangat. "Ayo ga, kamu pasti bisa. Kesempatan masih banyak. Sekarang kamu hanya perlu mempersiapkan dan memperbaiki kekurangan kamu saat binlat kemarin. Kalo kamu sudah siap dan kesempatan itu ada, percayalah, kesuksesan sudah ada di dalam genggamanmu." Kata pamanku yang berusaha memotivasiku untuk bangkit.


Akhirnya aku berfikir. Untuk apa berlarut-larut dalam kekecewaan. Untuk apa terus menerus terpuruk dan patah semangat. Lebih baik aku bangkit dan tunjukan bahwa di balik kegagalan pasti akan ada kesuksesan. Kesuksesan merupakan kesiapan yang bertemu kesempatan. Saat ada kesempatan, jika aku sudah sangat siap. Aku percaya, akan lebih mudah untuk menggapai kesuksesan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun