Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Pegawai Negeri Sipil , Seller Online

Penyuluh KesMas,admin Coin Pendidikan (Coin A Chance) RSKO Jakarta, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member 2016, kaskuser.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Hal-Hal Berkesan Ketika Menikmati Diri Menjadi Narablog

12 Januari 2019   20:40 Diperbarui: 20 Januari 2019   07:31 1000 21 22
Hal-Hal Berkesan Ketika Menikmati Diri Menjadi Narablog
Deskripsi : Ketika menjadi narablog, saya dapat berkesempatan melihat suatu lokasi yang penuh value, salah-satu nya Sanggar Tari Mimi Rasinah yang memberikan kesempatan bagi para anak dan narapidana mengenal budaya bangsa di Indramayu I Sumber Foto : dokpri

"Gan apa sih yang lu dapat dari ngeblog ?.." tanya Hary salah satu perawat di RSKO Jakarta di kantin Koperasi Sejahtera RSKO dibilangan Cibubur (11/1/2019)

Pertanyaan-pertanyaan seperti yang diungkapkan oleh Hary sering sekali saya temui. Sebetulnya pertanyaan-pertanyaan itu lebih tersirat kepada materi apa saja yang didapat sebagai Narablog (Blogger). Bahkan ada yang berani secara langsung menanyakan barang apa saja yang didapat ketika menjalankan aktivitas sebagai Narablog.

Buat saya sendiri itu bukan pertanyaan yang mengejutkan, karena teman-teman melihat aktivitas saya menghadiri kegiatan Blogger gathering di timeline media sosial. Beberapa hari setelah acara kemudian saya share artikel blog di media sosial yang mereka lihat juga. Apa yang mereka tanyakan merupakan keingintahuan atas apa yang saya geluti, minati dan apa yang didapat dari kegiatan itu.

Bila menengok kebelakang ternyata ada banyak hal-hal berkesan ketika menikmati diri menjadi Narablog di era digital. Bisa saya bilang menjadi Narablog merubah diri dan hidup saya sebagai seorang manusia. Narablog saat ini menjadi jati diri saya dan merasa terhormat menjalani aktivitas ini.

Pertama, dengan menjadi Narablog saya dapat bertemu langsung (tatap muka) dengan para penulis yang memiliki kualitas tulisan lebih baik. Pada tahun 2008 sampai dengan 2014 bisa dibilang saya tidak memahami tulisan yang asyik dibaca untuk diri sendiri maupun pembaca. 

2015 ketika mulai aktif dikegiatan offline Kompasiana, saya bertemu dan menggali ilmu dari para senior langganan juara yaitu Bang Rushan Novaly, Agung Han, Rahab Ganendra, dan Gaper Sandy sehingga tulisan saya makin layak dibaca. Selain para juara saya juga belajar dari penulis buku "Mengembara Ke Masjid-Masjid Pelosok Dunia" Taufik Uieks, editor buku bang Thamrin Sonata, food blogger Sutiono Gunadi, penulis buku traveling & traveler blogger Asita DK dan lainnya.

Deskripsi : belajar dari para juara (Rushan Novaly, Agung Han, Rahab Ganendra) I Sumber Foto : Agung Han
Deskripsi : belajar dari para juara (Rushan Novaly, Agung Han, Rahab Ganendra) I Sumber Foto : Agung Han
Kedua, bisa bertemu langsung dan tatap muka dengan para pejabat negara, public figure dan tokoh-tokoh inspiratif. Bahkan pernah mendapatkan undangan resmi menghadiri hari jadi Negara Azarbaijan ke 100 di tahun 2018, sebuah kesempatan tidak semua orang dapatkan dan berkesan buat saya. 

Deskripsi : Menjadi Narablog bisa bertemu dan ngobrol bareng pejabat negara dengan santai tanpa jarak I Sumber foto : dokpri
Deskripsi : Menjadi Narablog bisa bertemu dan ngobrol bareng pejabat negara dengan santai tanpa jarak I Sumber foto : dokpri
Ketiga, berkesempatan menimba ilmu secara gratis untuk meningkatkan kemampuan menulis di Danone Blogger Academy (DBA) 2018. Alhamdulillah salah-satu yang terpilih (20 peserta DBA 2018) dari 600 narablog pendaftar di seluruh Indonesia. Para pengajar di Danone Blogger Academy merupakan para pakar di dunia digital yakni Pepih Nugraha (Founder Kompasiana), Wisnu Nugraha (Pimred Kompas.com), Jonathan End (Digital Strategist, influencer), Meizal Rozzi (content creator), dan Arbain Rambey (Fotografer Senior).

Pada kegiatan Danone Blogger Academy 2018, saya dilatih menjadi Narablog yang dapat menerapkan gaya menulis story telling, Bahasa Indonesia yang baik dan asyik agar pembaca dapat menikmati tulisan kita, menghindari menulis hoaks, foto yang bercerita sesuai konten blog, konten yang sesuai target dan lainnya. Bahkan di akhir kegiatan artikel "Mengedukasi Pecandu Narkoba Melalui Pengelolaan Air Minum" meraih best story telling bersama dua Narablog lainnya yang merupakan sebuah kejutan bagi saya.

Baca juga : Mengedukasi Pecandu Narkoba Melalui Pengeloalaan Air Minum

Keempat, menghasilkan sebuah buku bagi sebagian Narablog merupakan salah-satu tujuan hidup. Danone Blogger Academy 2018 membuat tujuan saya untuk melahirkan sebuah buku terwujud, walaupun itu buku kompilasi. Buku ini menaungi tulisan 40 Narablog dari angkatan I (2017) dan II (2018) Danone Blogger Academy menyangkut tema kesehatan dengan judul buku "Gizi Penopang Negeri".

Deskripsi : blogpost Mengedukasi Pecandu Narkoba Melalui Pengelolaan Air Minum dibukukan dalam buku kompilasi Gizi Untuk Negeri I Sumber Foto : dokpri
Deskripsi : blogpost Mengedukasi Pecandu Narkoba Melalui Pengelolaan Air Minum dibukukan dalam buku kompilasi Gizi Untuk Negeri I Sumber Foto : dokpri
Kelima, dapat menyalurkan informasi menyangkut rehabilitasi narkoba yang masih abu-abu di masyarakat. Saya sebagai Penyuluh Kesehatan Masyarakat yang ditempatkan di Unit Rehabilitasi Narkoba RSKO Jakarta memiliki kewajiban meluruskan informasi kurang benar. Untuk itu platform blog Kompasiana saya gunakan untuk penyampaian informasi yang benar tentang rehabilitasi narkoba. 

Baca juga : Fasility Tour di Rumah Rehabilitasi Narkoba, Bisa Dapat Apa ?

Baca juga : Membuka Tirai Kamar Rehabilitasi Narkoba

Baca juga : RSKO Jakarta Tidak Hanya Pusat Rehabilitasi Narkoba Saja

Alhamdulillah platform Kompasiana memberikan beberapa artikel dengan titel "Artikel Utama" ketika saya posting artikel menyangkut rehabilitasi narkoba dan kegiatan di dalam rumah rehabilitasi narkoba. Dengan artikel-artikel tersebut mampu mengangkat profesi Penyuluh Kesehatan Masyarakat yang dianggap profesi kelas III di Rumah Sakit menjadi lebih terdengar baik di RSKO Jakarta maupun di masyarakat umum.

Keenam, mendapatkan tawaran executif writer dari platform Kompasiana. Narablog pengguna platform Kompasiana yang berjumlah lebih dari 380 ribu akun tidak semua nya bisa mendapatkan kesempatan ini. Tugas saya ketika menjadi executif writer yakni melakukan reportase ala Narablog. Menjadi executif writer tidak bohong ada finansial yang didapatkan.

Deskripsi : Executif Writer bersama SKK Migas ke Pertamina EP Cirebon, sambil kerja juga jalan-jalan I Sumber foto : dokpri
Deskripsi : Executif Writer bersama SKK Migas ke Pertamina EP Cirebon, sambil kerja juga jalan-jalan I Sumber foto : dokpri
Selain executif writer, sebagai Narablog saya juga mendapatkan kesempatan mendapatkan job review dari agency, komunitas blog, perusahaan atau pribadi yang membutuhkan artikel untuk mengekspose produk mereka. Bahkan dalam beberapa kegiatan executif writer atau job review mendapatkan bonus jalan-jalan gratis. 

Ketujuh, melatih diri agar tulisan kita dinilai oleh pihak lain dengan mengikuti lomba blog. Bisa dibilang saya Narablog yang aktif mengikuti lomba blog. Bila dilihat porsinya 30 persen tulisan saya merupakan artikel lomba blog, 40 persen job review, dan 30 persen tulisan organik (bukan monetize).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3