Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Pegawai Negeri Sipil , Seller Online

Penyuluh KesMas,admin Coin Pendidikan (Coin A Chance) RSKO Jakarta, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member 2016, kaskuser.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Mengedukasi Pecandu Narkoba Melalui Pengelolaan Air Minum

5 November 2018   15:58 Diperbarui: 10 November 2018   01:11 867 15 10
Mengedukasi Pecandu Narkoba Melalui Pengelolaan Air Minum
Deskripsi : Kecukupan air minum bagi pecandu amat penting di RSKO Jakarta I Sumber Foto: Pixabay

"Bro, Agan lapor ada kerusakan keran air di dapur dan galon air cadangan hanya tinggal dua," ungkap pria berkulit sawo matang berpotongan rambut cepak berusia 20-an. Saya pun menjawab, "Tulis laporan itu di buku perawatan fasilitas! Setelah pertemuan pagi akan saya tindaklanjuti ke Instalasi Prasarana dan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) dan Instalasi Gizi".

Percakapan seperti ini akan saya hadapi setiap harinya sebagai pengawas fasilitas Unit Rehabilitasi Narkoba, RSKO Jakarta. Insyaf (nama samaran) ditunjuk sebagai Kepala Departemen Rumah Tangga dan Perawatan di Unit Rehabilitasi Narkoba. Dalam keseharian di RSKO Jakarta yang menjadi rekan kerja saya selain brother (bro) Latief Budiman.

Dia dipilih karena kemampuan untuk mengorganisasi pasien yang lain. Berpakaian rapi menggunakan dasi ciri dari kepala departemen. Kesehariaan Insyaf mengawasi kru melaksanakan tugas-tugas yang telah ditetapkan.

Deskripsi : Pimpinan pasien memberikan arahan kepada para pasien yang menjadi kru I Sumber Foto: RSKO Jakarta
Deskripsi : Pimpinan pasien memberikan arahan kepada para pasien yang menjadi kru I Sumber Foto: RSKO Jakarta
Pria berkulit sawo matang dan bertubuh gempal dengan tatto di punggung acapkali memberikan instruksi dengan suara lantang. Apa yang dilakukannya agar para kru tidak malas dan mau melakukan aktivitas di Departemen Rumah Tangga dan Perawatan. Ia tidak pernah lupa memberi instruksi kepada kru untuk menghitung jumlah galon air yang ada di seluruh Unit Rehabilitasi Narkoba, RSKO Jakarta.

Insyaf diberikan tanggung jawab, salah satunya pengelolaan air minum bagi seluruh pasien Unit Rehabilitasi Narkoba. Setiap pagi dirinya akan menemui saya sebagai pengawas fasilitas melaporkan kerusakan fasilitas yang perlu diperbaiki, ketersediaan sarana penunjang dan stok galon air minum.

Insyaf pun menyadari pentingnya air minum bagi para pasienDirinya pernah mengungkapkan, sebelum masuk Unit Rehabilitasi Narkoba bisa tiga hari sekali baru bisa buang air besar. Tak hanya itu, ia pun kerap merasa pusing serta pegal-pegal di punggung.

Semenjak rutin minum air putih serta minum air sebelum dan setelah tidur malam, ia merasakan perubahan di mana buang air besar lancar tiap pagi, badan lebih segar, dan lebih bisa fokus menjalani program di RSKO Jakarta.

Edukasi Manfaat Air Bagi Pasien 

Apa yang dirasakan oleh Insyaf sesuai penjelasan dr. Diana Sukardi, M.Gizi,Sp.GK, dokter spesialis RSCM di kegiatan Danone Blogger Academy (DBA) 2018, 6 oktober 2018.

Deskripsi : dr.Diana Sukardi,M.Gizi,Sp.GK, dokter spesialis RSCM di kegiatan Danone Blogger Academy (DBA) 2018, 6 oktober 2018 I Sumber Foto : dokpri
Deskripsi : dr.Diana Sukardi,M.Gizi,Sp.GK, dokter spesialis RSCM di kegiatan Danone Blogger Academy (DBA) 2018, 6 oktober 2018 I Sumber Foto : dokpri
Ia menyampaikan "Pada saat tidur malam sampai kemudian bangun tidur di pagi hari itu waktu yang panjang (6-8 jam). Sebetulnya tubuh kita mengalami dehidrasi ringan. Untuk itu sebelum dan setelah tidur malam ada baiknya minum air. Selain itu setiap satu jam disarankan minum air untuk mencegah dehidrasi"

Setiap pasien pada saat pertama kali masuk Unit Rehabilitasi Narkoba akan ditemui oleh tim asuhan RSKO. Peran tim ini mengedukasi ketika pasien pertama kali masuk Unit Rehabilitasi Narkoba. Tim asuhan ini terdiri dari beberapa profesi yakni dokter, perawat, ahli gizi, apoteker, psikolog, konselor adiksi dan tenaga kesehatan lainnya.

Peran tim asuhan dari Instalasi Gizi melakukan pemantauan makanan, nutrisi, air minum dan edukasi. Selain edukasi personal, setiap bulannya Instalasi Gizi memberikan pembelajaran atau edukasi kelompok dalam bentuk kelas yang dihadiri seluruh pasien di Unit Rehabilitasi Narkoba.

Salah satu staff Instalasi Gizi, Ulfah Puspita Sari, AMG menyampaikan di kegiatan edukasi kelompok yang dia bawakan pada hari selasa,16 Oktober 2018 tentang kebutuhan air minum. Ulfa menyampaikan informasi kesehatan berdasarkan Kepmenkes Nomer 907 tahun 2002 "Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum" dengan membawa flayer yang dibagikan ke masing-masing pasien.

Ulfah menjelaskan air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Syarat air minum yang layak yaitu tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya serta tidak mengandung logam berat.

Dengan penuh senyum, Ulfah menambahkan keterangannya dalam tubuh manusia sekitar 2/3 atau sekitar 60% sampai dengan 70% dari berat tubuh. Untuk itu setiap individu disarankan memiliki kecukupan air yang dikomsumsi tubuh sekitar delapan gelas ukuran 220 ml (2 liter) sehari agar tidak dehidrasi.

Apabila seseorang mengalami kekurangan cairan bisa dilihat dari urine yang lebih terlihat lebih gelap (kuning pekat), merasa pusing, sakit kepala, kelelahan, kurang energi, mulut bibir dan mata terasa kering dan buang air kecil dengan intensitas yang jarang.

Manfaat minum air delapan gelas sehari mampu mencegah individu mengalami dehidrasi, selain itu dapat memelihara ginjal, mengurangi resiko kanker kandung kemih, memperlancar pencernaan, mengontrol kalori dan memberikan perawatan bagi kulit.

Pentingnya Air bagi Pasien RSKO Jakarta

Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta merupakan rumah sakit yang memiliki kekhususan dalam pengobatan dan pemulihan bagi pecandu narkoba. Namun, RSKO Jakarta juga memberikan pelayanan bagi penyakit lainnya. RSKO Jakarta yang terletak di jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur menjadi pusat rujukan nasional penanganan pasien yang mengalami ketergantungan obat .

RSKO Jakarta memiliki empat unit rawat inap salah satunya Unit Rehabilitasi Narkoba yang memiliki kapasitas 61 tempat tidur yang dapat ditingkatkan menjadi 93 tempat tidur di mana terdiri dari empat bangsal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3