Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Pegawai Negeri Sipil , Seller Online

Penyuluh KesMas,admin Coin Pendidikan (Coin A Chance) RSKO Jakarta, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member 2016, kaskuser.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Cerita Pertamina Mengembalikan Sulawesi Tengah dari Kegelapan

20 Oktober 2018   20:05 Diperbarui: 8 November 2018   12:56 594 13 5
Cerita Pertamina Mengembalikan Sulawesi Tengah dari Kegelapan
Deskripsi : Pertamina Hadir Untuk Mengembalikan Sulawesi dari Kegelapan I Sumber Foto : Olah digital #PertaminaPeduliSulteng

"Kami sempat 24 jam tidak makan, padahal kami sehabis menarik-narik truk yang berisi BBM dan logistik agar dapat melintasi longsoran" ungkap Arya Dwi Paramita mengkisahkan Tim Pertamina berjuang menyalurkan BBM dan logistik di lokasi bencana Sulawesi Tengah

Gempa dan tsunami meluluh lantahkan kota Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya. Banyak pihak yang peduli dan relawan datang ke Sulawesi Tengah dimana banyak orang yang ingin meninggalkan lokasi. PT Pertamina hadir membantu saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah.

Kita pun mendengar kisah-kisah bagaimana individu-individu yang berada disana berjuang untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah. Ternyata PT.Pertamina  turut berusaha mengembalikan Sulawesi Tengah dari Kegelapan dengan menghadirkan energi, bantuan logistik dan medis disana.

Saya mendengar cerita itu dari Arya Dwi Paramita, eksternal communication manager PT.Pertamina (Persero), bagaimana dirinya pertama kali mendengar bencana, berkoordinasi dan terjun langsung ke tempat bencana. Rabu, 17 Oktober 2018, bertempat disebuah coffe shop di kawasan Jakarta dilangsungkan acara Kompasiana Nangkring bersama PT.Pertamina (Persero) yang bertema "Energi untuk Sulawesi Tengah" ia bercerita.

Dirinya pada jumat sore, 28 oktober 2018, mendengar terjadi gempa dan tsunami Sulawesi tengah. Ia pun mendapatkan kabar bahwa fasilitas Pertamina kondisi nya memperihatinkan. 

Pada hari kejadian gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, terminal BBM Donggala salah-satu Terminal BBM (TBBM) untuk memasok BBM ke Sulawesi Tengah terkena dampak, lokasinya TBBM itu tepat dipesisir pantai dekat dengan laut. Lalu pada hari jumat malam dirinya dan tim stand by di kantor pusat. Tanggal 28 september 2018, para pekerja Pertamina di Makasar merespon dengan mengaktifkan Crisis Center, sejak tanggal itulah cerita ini dimulai.

Tindakan Emergancy Pertamina Menghadapi Bencana Sulawesi Tengah

Arya menyampaikan bahwa yang berkerja di Pertamina pasti memahami pada saat terjadi kondisi krisis yang terpenting ialah energi. Akan sangat sulit menjalani kehidupan sehari-hari bila tidak ada energi dalam hal ini Bahan Bakar Minyak (BBM).

Siapapun yang membantu tidak bisa mengirimkan pasokan logistik bila tidak ada bahan bakar minyak. Tim SAR juga tidak bisa membantu warga yang tertimbun karena eksafator tidak bisa berfungsi bila tidak ada Bahan Bakar Minyak jenis solar.

Dirinya berada di Sulawesi Tengah selama satu minggu. Ketika dirinya sampai disana, teman-teman Pertamina yang berjuang di Sulawesi Tengah bercerita kondisi fasilitas Pertamina. Mereka menyampaikan Tim Pertamina yang berada di tempat kejadian bencana harus berusaha mencari SPBU yang masih beroperasi. 

Rekan - rekan tim Pertamina yang tidak terkena musibah berusaha keliling ke rumah sakit - rumah sakit, dari posko-ke posko untuk mencari pemilik dan operator SPBU. Tidak hanya itu saja, mereka juga mencari tim Pertamina yang ada disana untuk mengaktifkan TBBM dan SPBU yang bisa di operasionalkan. Dari hasil pantauan tim Pertamina bahwa kondisi TBBM dan SPBU yang memperihatinkan dan ditinggal petugasnya, maka pada hari jumat (28/9/2018) di umumkan kondisi emergency.

Dia memberi informasi, pada hari Sabtu, 29 September 2018, Pertamina mengirim 2 tim Pertamina Peduli melalui jalur laut dan darat. Bahkan untuk mengawal jalannya operasi tanggap bencana di lokasi terdampak, tiga Direktur Pertamina (Direktur Utama, Direktur Pemasaran dan Direktur Supply & Distribution) berkantor disana untuk memastikan pasokan BBM dan energi. 

Dengan kondisi darurat pada tanggal, 30 september 2018, Pertamina mengoperasikan TBBM dengan kondisi emergency. Pengoperasian H+2 pasca bencana disebabkan semua orang sudah mulai teriak pasokan energi mana !!!! .... Energi merupakan hal yang sangat utama, untuk itu para tim yang berada disana memaksakan diri mengoperasionalkan TBBM dan SPBU, ungkap Arya.

Pertamina berkoordinasi dengan tim Pertamina dari semua tempat yang ada disekitar Palu dan Donggala baik itu yang ada di Makasar, Manado termasuk dari Jakarta. Pertamina mengerahkan 6 mobil tangki @16 KL pasok BBM ke 4 SPBU di wilayah Palu dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI. Tidak hanya itu saja Pertamina mengerahkan 50 operator SPBU dari sekitar Sulawesi serta awak mobil tangki dari Pare-Pare dan Kendari.

Sambil menjalankan tugas mengopersionalkan TBBM dan SPBU, tim Pertamina juga tetap mencari 50 persen tim pertamina TBBM yang belum ada kabar. Dalam kondisi bencana, Pertamina memaksakan beroperasinya TBBM dengan metode manual. Salah-satu metode yang digunakan ialah dengan gerakan gaya gravitasi.

Deskripsi : SPBU Pertamina diopersionalkan di Sulawesi Tengah di masa-masa tanggap bencana I Sumber Foto : Pertamina
Deskripsi : SPBU Pertamina diopersionalkan di Sulawesi Tengah di masa-masa tanggap bencana I Sumber Foto : Pertamina
SPBU di kota Palu ada 17 lokasi, yang mengalami rusak berat sebanyak 2 (dua) lokasi. Adapun yang berada di Sigi terdapat 2 (dua) SPBU, dimana satu lokasi terputus aksesnya, sedangkan di Donggala ada 4 (empat) SPBU.

Sumber BBM ialah SPBU, sedangkan hanya 2 (dua) yang ada di Palu yang bisa di operasikan. Padahal masyarakat butuh BBM untuk meninggalkan lokasi. Masyarakat pun akhirnya dilayani dengan keterbatasan, tetapi bagi Pertamina sendiri pekerjaan itu belum selesai.

Pesawat Kuning yang  Unik 'Air Tractor' Sang Penyuplai BBM dari Udara

Saat semua orang bingung kekurangan pasokan BBM dimana jalan darat terputus dan armada mobil tangki kekurangan energi serta adapula isu keamanan didaerah bencana Sulteng. Diperlukannya alternatif lainnya agar kiriman BBM dan bantuan kemanusiaan tidak terhambat.

Dengan suara yang datar Arya kembali bercerita bahwa dalam upaya menyediakan energi di hari ke 2 pasca gempa dan tsunami, ternyata masih terdapat armada mobil tanki BBM terputus aksesnya menuju TBBM dan SPBU karena jalan yang longsor. 

Deskripsi : Pesawat Air Tractor pun diterjunkan dalam aksi tanggap bencana ini I Sumber Foto : kompas.com
Deskripsi : Pesawat Air Tractor pun diterjunkan dalam aksi tanggap bencana ini I Sumber Foto : kompas.com
Agar opersional TBBM berjalan baik, pada tanggal 30 september 2018, Pertamina mencoba mengirimkan BBM dengan segala upaya, baik darat, laut dan udara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2