Mohon tunggu...
Putri Wantini Sinar Maretha
Putri Wantini Sinar Maretha Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Apa Saja Teori Sosiologi Menurut Pemaparan Michel Foucault?

30 November 2022   18:36 Diperbarui: 30 November 2022   18:44 87
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Michel Foucault lahir di Poitiers pada tanggal 15 Oktober 1926 dan wafat di Paris pada tanggal 25 Juni 1984. Ia merupakan pemikir asal Prancis yang memiliki pengetahuan khas dalam menafsirkan pengetahuan, seksualitas, dan kekuasaan. Ia adalah pemikir yang tidak mau dikotakkan dalam satu arus pemikiran, misalnya Strukturalis, Hermenutik, Neo strukturalis, atau pengamat sejarah. Ia membenci istilah "intelektual" tetapi ia lebih suka mendudukan dirinya sebagai otoritas yang menentukan yang lain.

Kekuasaan menurut Foucault yaitu menyebar tanpa bisa dilokalisasi. Kekuasaan "ada dimana-mana" dan kekuasaan datang dari "mana-mana". Kekuasaan meresap dalam seluruh relasi sosial. Misalnya anak muda/orang dewasa; orang tua/anak; pemuka agama/umat; pemerintah/rakyat. Kekuasaan beroperasi dan tidak dimiliki oleh siapapun tetapi kekuasaan bekerja dalam relasi pengetahuan dan lembaga; Sifat kekuasaan tidak refresif tetapi produktif. Relasi kekuasaan-pengetahuan adalah adanya hubungan timbal-balik antara kekuasaan-pengetahuan. 

Kekuasaan diartikulasikan ke dalam pengetahuan, dan sebaliknya pengetahuan diartikulasikan dalam kekuasaan. Kekuasaan menghasilkan pengetahuan. Kekuasaan dan pengetahuan saling terkait. Penyelenggaraan kekuasaan harus menciptakan pengetahuan. Kekuasaan dan pengetahuan terkonsentrasi didalam kebenaran pernyataan-pernyataan ilmiah. 

Dalam kekuasaan dan kebenaran, Kebenaran itu bukanlah sesuatu yang stabil melainkan berada dalam sejarah yang senantiasa berubah. Kebenaran dihasilkan dari sekian banyak relasi, paksaan dan pertentangan. Penelitian Foucault di klinik dan di penjara menunjukkkan bahwa rezim kebenaran secara aktual terwujud dalam ilmu pengetahuan. 

Foucault mengingatkan kita untuk tidak memahami kekuasaan sebagai Institusi dan mekanisme yang memastikan ketaatan pada subordinat dalam satu negara, Modus penundukkan yang berbeda dengan kekerasan dan mengambil bentuk yuridis, Sistem dominasi satu kelompok tertentu pada seluruh tatanan kehidupan masyarakat.

Arkeologi Pengetahuan merupakan salah satu model pendekatan untuk menganalisis sejarah. Pendekatan ini ditulis Foucault dalam bukunya, The Archeology of Knowledge. Pendekatan sejarah Arkeologi Pengetahuan menitikberatkan pada aspek diskontinuitas peristiwa sejarah yang dikaji. Pendekatan Arkeologi Pengetahuan digunakan untuk melihat suatu sistem pemikiran, atau dalam istilah Foucault disebut formasi diskursif (lebih dikenal dengan "wacana"). 

Arkeologi Pengetahuan melewati 3 tahapan, yaitu Positivitas (merupakan tahapan analisis yang dipakai untuk melihat apakah terjadi komunikasi/sinkronisasi pemikiran antara para tokoh di suatu negara/ wilayah dengan tokoh di wilayah lain), Apriori historis (merupakan analisis fase sejarah atas lahirnya suatu pemikiran), Arsip merupakan sistem pembentukan dan transformasi pernyataan-pernyataan). 

Foucault juga menyebutkan empat perbedaan antara arkeologi pengetahuan dan sejarah pemikiran yaitu yang pertama Sejarah pemikiran lebih banyak berkonsentrasi pada penemuan pemikiran-pemikiran baru termasuk pengaruh pemikiran terdahulu terhadap pemikiran sesudahnya, yang kedua Sejarah Pemikiran lebih berorientasi pada esensi atau substansi sebuah pemikiran daripada tingkat permukaannya sedangkan Arkeologi Pengetahuan mengungkapkan seluruh kontradiksi yang terdapat dalam setiap diskursus pemikiran tidak memilah antara esensi dan permukaan, yang ketiga Sejarah pemikiran lebih menganggap dua hal sebagai variabel sebab-akibat sedangkan Arkeologi Pengetahuan mengkomparasikan bukan mempengaruhkan antara satu dengan lainnya, yang keempat Ketika esensi dua pemikiran dianggap sama dalam Sejarah Pemikiran hal itu dapat dijustifikasi sama sehingga perbedaan-perbedaan yang sebetulnya masih terdapat didalamnya seringkali ditutup-tutupi dan hal ini berbeda dengan Arkeologi Pengetahuan yang menampilkan perbedaan-perbedaan secara utuh.

Bio-power merupakan sebuah teknologi kekuasaan pada tubuh. Bio-power digunakan untuk mengontrol seluruh penduduk. Anatomi politik pada tubuh manusia yaitu Ide dari tubuh sebagai mesin produktif, berguna, dll serta Muncul dalam pendidikan, militer, bekerja untuk membuat penduduk lebih disiplin. Kontrol regulasi: sebuah bio-politik pada penduduk Tubuh merupakan bagian dari mekanisme kehidupan-propagasi, kelahiran dan kematian, kesehatan, dan harapan hidup serta Digunakan dalam demografi, analisis kekayaan, dll untuk mengontrol populasi statistik. Bio-power dilakukan dalam mendukung perkembangan kapitalisme dan sistem peradilan. 

Bio-Power dan Seks adalah Link antara kontrol tubuh dan kekuasaan membuat seksualitas menjadi isu politik melalui 2 cara yaitu yang pertama Mendisiplinkan tubuh (Discipline of the body) dengan mengontrol dan mendisiplinkan tubuh manusia sesuai dengan apa yang diinginkan, yang kedua Meregulasi penduduk (Regulation of population) dengan mempengaruhi bidang medis dan psikologis serta kebijakan publik.

Dalam politik seks, Foucault menyoroti 4 wilayah terjadinya politik seks yaitu The sexualization of children, The hysterization of women, The solidity of the family institution, dan The safeguarding of society.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun