Mohon tunggu...
Emanuel Pratomo
Emanuel Pratomo Mohon Tunggu... Freelancer - .....

........

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Konservasi Yes, Bisnis Yes! Tapi...

28 Juni 2017   00:51 Diperbarui: 28 Juni 2017   09:01 1360
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Taman Nasional Bali Barat

Bagaimana membumikan konservasi dalam upaya melindungi, melestarikan serta memanfaatkannya secara bijak.
Bersama LIPI, Persatuan Kebun Binatang Indonesia, mulailah tercetus untuk mengembangkan kebun binatang dalam bentuk taman safari. Maka pembentukan Taman Safari difungsikan sebagai tempat edukasi konservasi.

Tahun 2000 kekecewaan sempat menggelayuti Alikodra saat adanya pembubaran Bappedal, yang mana memaksa dirinya kembali ke kampus IPB. Dalam kegalauannya, Alikodra belajar langsung dari Wapres AS Al Gore mengenai ecological philosophy. Al Gore menyarankan daripada marah-marah, agar Alikodra untuk berpikir adanya metafora. Alikodra akhirnya melihat metafora sebagai perubahan organisasi untuk di masa depan yang mengarah pada alam.

Pasca menyelesaikan pendidikan doktoral, Alikodra mendapatkan kesempatan pilihan yang menarik dari beberapa instansi. Maka sesuai nurani hidupnya, memilih untuk mengabdi pada Kementerian Lingkungan Hidup yang konon sangat 'kering' fasilitasnya. Kemudian didorong agar tak hanya KLH yang terlibat dalam manajemen konservasi. Maka rekan di beberapa kementerian yang terkait, disekolahkan kembali sebagai ke

Setelah tahun 2000, Alikodra melihat betapa penurunan luar biasa spesies seperti badak, harimau, gajah dan lainnya. Dalam 15 tahun penelitian kehidupan satwa badak, mempelajari bagaimana proses reproduksinya. Ternyata ditemukan fakta kelamin badak akan bercabang dua dalam waktu lima menit saja, sementara lokasi badak saling berjauhan puluhan kilometer. Maka dikumpulkan badak jantan dan badak betina di satu tempat bernama Sumatra Rhino Sanctuary. Namun jantan maupun betina saling berebutan naik, tak mengetahui fungsinya masing-masing. Jangan heran begitu rendahnya populasi badak ya!

Kemudian Alikodra memberikan contoh keberhasilan Kosta Rika yang berhasil mempromosikan model bisnis konservasi global dalam lima tahun saja.
Kosta Rika telah memulai percepatan dan penguatan konservasi alam antara tahun 1995 hingga 2000. Regulasi yang mewajibkan penggunaan maskapai Costa Rica Air dari Miami Amerika Serikat, bagi kunjungan wisatawan mancanegara ke negeri Kosta Rika. Pramugari dapat bercerita mengenai hutan Amazon yang baru dilewati oleh pesawat. Bahkan pesawat berkapasitas 400 penumpang dapat berhenti di samping Taman Nasional, memberikan kesempatan penumpang untuk tak sekedar berkunjung namun berbelanja potensi produk suvenir khas masyarakat lokal Indian.

Dalam perjalanan sebuah taksi ke hotel, sang sopir pun dapat bercerita mengenai alam dan satwa kebanggaan Kosta Rika. Ketika tiba di hotel kelas melati, Alikodra menempati kamar (room) Bougenville. Ada yang menakjubkan kembali, ketika petugas hotel mampu menjelaskan keanekaragaman 13 bougenville yang ada di Kosta Rika.

Alikodra menyatakan harus ada  perombakan tata cara bisnis. Lapangan terbang dan hotel yang bagus harus dibangun berada di dekat Taman Nasional. Namun disayangkan adanya hotel bintang lima di dekat salah satu taman nasional di Indonesia, harus tutup karena kurang baiknya manajemen.

Stabilitas pangan, kesehatan, energi, akan dapat tersedia berkesinambungan dari adanya ketahanan biodiversity hutan. Maka diperlukan konservasi yang berkelanjutan. Perlu perombakan cara berpikir ekonomi menjadi cara berpikir perlindungan & pelestarian alam.

Perbedaan biodiversity dari Sabang hingga Merauke, maka untuk mengejar ketertinggalan diperlukan reengineering secara total untuk menghadapi tantangan konservasi yang semakin kompleks. Transformasi dan perubahan lini bisnis konservasi besar-besaran, harus dilakukan dengan penguatan dalam setiap lini dalam ukuran yang jelas.


Iwan JP Syahlani (Direktur PT Shorea Barito Wisata Taman Nasional Bali Barat) mengatakan keanekaragaman pariwisata Bali dapat dinikmati mulai dari keunikan festival budaya, kehidupan malam yang hedonis hingga wisata alam menakjubkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun