Mohon tunggu...
Pratiwi Cristin Harnita
Pratiwi Cristin Harnita Mohon Tunggu... dosen -

Seorang ibu rumah tangga yang kadang mengajar mahasiswa. Happy blogging anyway^^

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Ngutang di Warteg vs Utang Negara

14 Februari 2019   10:32 Diperbarui: 14 Februari 2019   10:42 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada namanya PDP dan GDP. Dalam bidang ekonomi, produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitungpendapatan nasional. Kalau GDP itu dalam setahun. Kita aja di tahun 2018 PDP sudah tembus 1 T dolar, kita masuk G20. Urutan 15 negara kaya di dunia. So?sebenernya sudah saatnya kita mulai membantu negara lain.

Kalau negara yang sehat indeks GDPnya stabil, utangnya dijaga biar tetep sustain. bolehlah ngutang buat hal-hal strategis. Apalagi utang kecil, tidak lebih besar dari GDPnya. Meremlah...cicilan ringan hasil maksimal.

Lihat saja banyak infrakstruktur dibangun, negara bisa nyekolahin orang2 sampe ke negeri lain, benar2 investasi human capital (HC) jangka panjang. Segala infrakstruktur dibangun karena itu basic needs.

Indeks HC kita itu cuma 0.5 dari skala 0-1. Nah ini bahaya...karena rendah bgt. Walau pertumbuhan ekonomi bagus tapi ....orang2nya itu lo tong! Perlu dibenahi kualitas SDMnya!takutnya enggak siap jadi bangsa maju.

Jadi sebenernya negara ini point terparahnya bukan lagi "perut" tapi sumber daya manusianya. Orang miskin tdk bs benar2 hilang dari bumi ini tapi program yang tepat guna bisa membantu hidup mereka lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja butuh peran pemerintah mendistribusikan kesejahteraan itu. Ada program yg kurang bagus, ya dievaluasi...bukan nyinyir doang.

PDP dan GDP itu pendapatan negara. Ibarat kamu yang bergaji tiap bulan. Kalo kamu pinter, pastinya bisa menghitung kemampuan finansial dan manajemen resiko. Kamu juga ga mau kan terlilit utang?atau karena belanja ga cerdas jadinya uang kamu banyak berkurang trus kelabakan pas sakit biayanya gede karena cash kamu dikit.

Pernah punya kartu kredit?

sebenarnya jadi salah satu cara pembayaran yang efektif dan cerdas asal tahu diri ga kalap dengan barang tidak berguna. Utang harus rasional dan tidak lebih besar dari pendapatan. Gawat kalo besar pasak dr pada tiang kan???

Gimana negara indonesia ????pemerintah belanja hal tidak berguna kah???

Kabar baiknya tong, di era Jokowi ini GDP kita lebih besar. Bahkan dari tahun ke tahun duitnya nambah banyak. Utang negara ini dibawah 30% dari pendapatannya. Jadi aman banget. Bahkan utang2 itu dicicil dalam 8 tahun. Kenapa ? bunganya jauh lebih kecil drpd di cicil lama2. Kita aja nyicil rumah 20th plafon terlama cicilan rendah tp bunga tinggi hehehe...kecuali kamu beli rumah subsidi. Biar lama nyicil tapi bunga flat! Eh...malah promo.

Yang panik tuh pasti belom pernah punya kartu kredit. Atau pernah punya tapi ga tahu diri, belanja ga penting jadi kelilit utang. Hehehehe yang begini ga bakal jadi menteri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun