Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Cewek Manis Petugas Pasasi

10 Desember 2015   20:48 Diperbarui: 10 Desember 2015   20:55 410
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rudi hampir terpaku di tengah antrian penumpang. Penyebabnya, cewek manis berlesung pipi, petugas check-in di ujung antrian. Jabatan Rudi di perusahaan membuatnya sering-sering keluar kota dan ini akan jadi pertemuan ketiga mereka. Pertemuan pertama meninggalkan kesan mendalam buat Rudi. Mata lentik yang hangat, senyuman manis, siapa yg bisa melupakannya?

 Pertemuan kedua terjadi minggu lalu. Rudi langsung yakin, setelah menanti sekian lama, inilah jodoh yang digariskan Tuhan. Sayang sekali waktu itu alih-alih berkenalan, Rudi malah membiarkan cewek itu mengakhiri perjumpaan mereka dengan basa-basi khas petugas pasasi.

Tapi kali ini aku tidak boleh gagal, batin Rudi. Degup jantungnya meningkat saat telah berada di depan counter.

Setelah meminta tiket dan KTP Rudi dengan senyuman khasnya, cewek itu pun mengecek data di layar komputernya.  Rudi mengumpulkan keberaniannya,

"Mbak, kayaknya kita sering ketemu. Boleh tahu namanya..."

"Lena, pak," sahut cewek itu.

"Boleh...sa,”

" Maaf ya pak," potong Lena masih dengan senyum yang sama. "Saya sudah menikah, punya satu anak berumur satu tahun..."

Rudi jadi speechless.

"Adalagi yang bisa saya bantu, pak?"

Rudi menggeleng.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun