Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Berbincang-bincang dengan Rembulan

2 Agustus 2020   20:18 Diperbarui: 3 Agustus 2020   11:33 421
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"10 tahun?"

"Ya. Aku sudah 10 tahun tidak menciptakan lagu lagi, Kawan."

Rembulan terdiam saking terkejutnya.

"Tulislah sesuatu, Kawan. Buatlah lagu yang gembira atau sedih."

"Entahlah, Kawan. Mereka tidak akan menyukai lagu-laguku, zaman sudah jauh berbeda," ucap sang kakek ragu-ragu.

"Ayolah, Kawan. Sejak kapan kamu menciptakan lagu untuk memuaskan orang lain? Tapi, ya, tidak ada salahnya juga membuat lagu yang kekinian, bukan?"

"Mereka tidak akan menyukai laguku."

Rembulan memandang penuh simpati pada sang kakek. "Masih ingat tentang dadu yang aku ceritakan kemarin? Hidup sesederhana itu. Sekarang yang jadi permainan dan dadu adalah lagu yang akan kamu ciptakan. Kamu tidak akan pernah tahu hasilnya sebelum melempar dadu ke atas permainan."

Kakek mengangguk-angguk. "Aku mengerti, Kawan. Mungkin aku akan mencoba menulis lagu tentang dirimu."

Rembulan tertawa lagi. "Sudah banyak yang menulisnya. Tapi aku akan merasa sangat terhormat, Kawan. Terima kasih."

Beberapa hari kemudian rembulan yang sudah jadi purnama memenuhi janjinya. Sayangnya, saat menyinari balkon yang dibiarkan terbuka tanpa atap, tempat itu telah kosong dan senyap. Sang kakek telah terbaring di bawah batu nisan. Dua hari lalu dia mengalami serangan jantung dan tak terselamatkan lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun